Garuda Garap Bisnis Kargo di Indonesia Timur, Pengamat: Potensial

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 Max 8

    Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 Max 8

    TEMPO.CO, Jakarta - Potensi bisnis kargo udara di Indonesia timur dinilai masih sangat besar kendati belum digarap serius masakapai penerbangan nasional. Karena itu, rencana Garuda Indonesia untuk menggarap bisnis kargo di wilayah timur dengan menggandeng Merpati Nusantara Airlines disambut positif. 

    Konsultan penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan, wilayah Papua masih menjanjikan potensi besar untuk usaha kargo udara. Terlebih, beberapa wilayah di provinsi tersebut masih membutuhkan barang-barang pendorong pembangunan.

    "Potensi pasar kargo udara di Papua masih banyak. Tinggal mereka mau ambil yang mana dan rencananya seperti apa, karena hingga saat ini belum disampaikan," kata Gerry kepada Bisnis.com, Kamis 17 Oktober 2019.

    Dia juga belum mengetahui secara jelas detail bisnis Garuda Indonesia Group untuk menggarap angkutan kargo di kawasan Indonesia timur itu. Sebelumnya, Garuda Indonesia Group bersama sembilan BUMN lain bersinergi menjalin kerja sama strategis mendukung komitmen restrukturisasi bisnis PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). 

    Komitmen restrukturisasi itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Garuda Indonesia bersama dengan Merpati yang turut melibatkan dukungan dari sembilan BUMN lainnya dalam upaya percepatan restrukturisasi bisnis BUMN itu.

    Perjanjian kerja sama antara Garuda dan Merpati meliputi sinergi dalam bidang pelayanan kargo udara, layanan jasa penunjang kegiatan penerbangan (ground handling), perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO), dan pusat pelatihan kru (training center).

    Selain Garuda, sembilan BUMN yang terlibat penyelematan Merpati adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), serta Himbara yang terdiri dari Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.