Profil Erick Thohir yang Disebut-sebut Masuk Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Erick Thohir terpilih sebagai anggota baru IOC Members dalam sidang sidang IOC ke-134 di Laussane, Swiss, 24-26 Juni, (foto: istimewa)

    Erick Thohir terpilih sebagai anggota baru IOC Members dalam sidang sidang IOC ke-134 di Laussane, Swiss, 24-26 Juni, (foto: istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pengumuman kabinet jilid II Jokowi, nama Erick Thohir santer dibicarakan. Sebab, pendiri PT Mahaka Media (ABBA) Tbk. itu disebut-sebut bakal masuk dalam bursa menteri kabinet Jokowi untuk 2019-2024.

    Bapak empat anak itu, terjun ke dunia bisnis pertama kali saat meneruskan warisan ayahnya di bidang restoran, yakni Hanamasa dan Pronto pada 1993 hingga 1998. Ia juga memulai bisnisnya di bidang media pada 1993 dengan mendirikan Grup Mahaka.

    Perusahaan pertamanya, Mahaka Media, mengakuisisi Harian Republika pada 2001 yang saat itu didera krisis ekonomi. Sampai 2008, lelaki kelahiran 30 Mei 1970 itu menjabat direktur. Dan sejak 2010 hingga kini ia menjadi komisioner. Ia pemilik Jak TV dan beberapa radio, seperti Gen FM, Delta FM dan Female Radio. Ia juga pemegang saham minoritas di TVOne.

    Dari perusahaan media, jaringan bisnis Erick merambah dunia olahraga dengan membeli saham mayoritas klub sepak bola Inter Milan dari Massimo Moratti pada 2013 bersama dua temannya, Rosan Roeslani dan Handy Soetodjo. Namun pada 2016 ia menjual sebagian saham Inter Milan ke perusahaan China, Suning Group.

    Kiprah putera pengusaha Teddy Thohir, pemilik grup Astra International itu, di dunia olahraga semakin melekat ketika menjadi orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NB, Philadelphia 76ers.

    Pada Pemilihan Presiden 2019, Erick didapuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN). Ia berharap Jokowi memilih menteri dari kalangan yang sejak awal mendukungnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.