Jasa Marga Kembali Raih IICD Corporate Governance Conference and Award

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal (ketiga kanan) saat menerima penghargaan dalam ajang malam penganugerahan 11th IICD Corporate Governance Conference and Award di Jakarta pada Senin, 14 Oktober 2019.

    Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal (ketiga kanan) saat menerima penghargaan dalam ajang malam penganugerahan 11th IICD Corporate Governance Conference and Award di Jakarta pada Senin, 14 Oktober 2019.

    INFO BISNIS — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. kembali meraih dua penghargaan dalam ajang 11th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award. Kedua penghargaan tersebut adalah Top 50 Emiten Big Cap dan kategori Best Non Financial Sector, yang diterima Jasa Marga secara berturut selama dua tahun terakhir.

    Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal, menerima langsung penghargaan tersebut dalam malam penganugerahan 11th IICD Corporate Governance Conference and Award di Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal saat menerima penghargaan dalam ajang malam penganugerahan 11th IICD Corporate Governance Conference and Award di Jakarta pada Senin, 14 Oktober 2019.

    Untuk Top 50 Emiten Big Cap, Jasa Marga berhasil masuk dalam jajaran 10 terbaik. Penghargaan kategori Best Non Financial Sector diberikan untuk emiten-emiten sektor nonfinansial (nonfinancial sector), yang memiliki nilai tertinggi dalam melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

    Corporate Governance Conference and Award ke-11 mengusung tema “Empowering BOC and Its Committees to Ensure GCG Implementation”. Pemberian apresiasi kepada para emiten dengan praktik CG terbaik (BigCap & MidCap) dibagi menjadi 10 kategori, yaitu The Best CG Overall, The Best Financial Sector, The Best Non-Financial Sector, The Best State Owned Enterprise (BUMN), The Best Right of Shareholders, The Best Equitable Treatment of Shareholders, The Best Role of Stakeholders, The Best Disclosure & Transparency, The Best Responsibility of the Boards, dan The Most Improved.

    Dalam sambutannya, Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero, merujuk pada Thailand yang memiliki skor tinggi dalam penerapan GCG. Negara berkembang seperti Thailand, lanjut Poltak, bisa memiliki skor GCG tinggi karena menerapkan metode stick and carrot yang baik.

    “Kalau negara berkembang seperti Thailand saja bisa mengalahkan negara maju seperti Singapura, seharusnya Indonesia juga bisa,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Poltak menghargai upaya yang dilakukan oleh IICD yang selaras dengan visi BEI.  “Harapan kami, dengan penghargaan bergengsi ini, emiten-emiten makin terdorong untuk menginternalisasikan praktik-praktik GCG. Dari sini, manfaat secara umum akan diperoleh pasar modal kita,” katanya. 

    Didirikan tahun 2000, IICD merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan melaksanakan internalisasi dan mendukung penerapan praktik GCG di Indonesia. Apresiasi IICD ini diharapkan dapat semakin mendorong peningkatan kualitas penerapan GCG di Jasa Marga dan kelompok usahanya, serta menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya untuk menerapkan GCG. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.