Bursa Regional Cerah, IHSG Dibuka Menguat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa saham regional Asia yang cerah membawa dampak positif bagi pasar saham di Tanah Air. Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 12,4 poin atau 0,2 persen ke posisi 6.170,56.

    Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga bergerak naik 2,68 poin atau 0,28 persen menjadi 962,41. "Kondisi regional yang kondusif menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG, namun data neraca perdagangan yang di bawah ekspektasi justru dapat menahan penguatan indeks," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan September mengalami defisit sebesar US$ 161 juta, dibanding bulan sebelumnya yang surplus US$ 85 juta.

    Sementara itu, pesimisme soal kesepakatan Brexit dan kuatnya laporan kinerja keuangan perusahaan, turut mendongkrak pergerakan indeks global.

    Di sisi lain, IMF kembali memangkas proyeksi pertumbuhan global 2019 menjadi 3 persen dari sebelumnya 3,2 persen pada Juli 2019. Sementara untuk pertumbuhan negara maju termasuk AS dan Jerman, IMF juga memangkas menjadi 1,7 persen dari 1,9 persen.

    "Hal ini dapat menjadi kekhawatiran investor bahwa perlambatan ekonomi nampaknya akan terjadi, sehingga ini menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks hari ini," ujar Lanjar.

    Selain IHSG di BEI yang menguat, indeks Nikkei juga menguat 348,56 poin atau 1,57 persen ke 22.555,77. Adapun indeks Hang Seng menguat 129,89 poin atau 0,49 persen ke 26.633,82, dan indeks Straits Times menguat 18,23 poin atau 0,58 persen ke posisi 3.134,4.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?