Periode Kedua Jokowi, Ini Harapan Menteri Darmin

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Ketua OJK Wimboh Santoso di Ritz Carlton, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018. Tempo/Vindry Florentin

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Ketua OJK Wimboh Santoso di Ritz Carlton, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution berharap pemerintah tetap membangun infrastruktur pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Catatannya, ia mengusulkan pembangunan itu tidak lagi berfokus kepada infrastruktur backbone.

    "Kami memaksimalkan pembangunan dengan menyambungkan backbone dengan kawasan industri, sentra ekonomi, industri rakyat, kawasan ekonomi khusus, hingga kawasan pariwisata," ujar Darmin di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Darmin mengatakan selama lima tahun belakangan pemerintah sudah membangun infrastruktur besar-besaran, mulai dari jalan, pelabuhan laut, bandara, waduk, hingga Palapa Ring. Pembangunan infrastruktur tersebut disebut membawa banyak keuntungan bagi Indonesia, misalnya membuka konektivitas dan melancarkan kegiatan ekonomi. Ia menyebut infrastruktur dibangun dengan pertimbangan jangka panjang.

    Menurut Darmin pembangunan dari backbone ke sentra industri sudah dilakukan di beberapa daerah, misalnya Jawa Timur. Selanjutnya, pembangunan akan dilakukan di Jawa Tengah dan wilayah lainnya. Ia mengatakan terhubungnya jalur utama ke jaringan industri bisa menjadi modal bagi perekonomian Indonesia.

    "Jadi akan ada jalur darat pakai truk bus, ada pelabuhan laut dan udara, lalu ada Palapa Ring. Kami sudah siap melahirkan logistik lebih modern dan lebih efisien yang akan bersaing dengan kombinasi antarmoda," kata Darmin.

    Paralel dengan pembangunan itu, Darmin mengatakan pemerintah juga perlu melakukan transformasi terhadap masyarakat perdesaan yang bergerak di perikanan, perkebunan, hingga pertanian. Sehingga, kalau mengambil contoh di sektor pertanian, nantinya akan ada gerakan benih atau bibit yang sama, perbaikan budidaya, hingga perbaikan pascapanen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.