Setelah Palapa Ring, Jokowi Targetkan Bangun 4 Ribu BTS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memanjat tangga sebelum memulai perawatan pemancar sinyal di tower klaster Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat, 11 Oktober 2019.  PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk juga melayani penyewaan dan pemeliharaan Base Transceiver Station (BTS), layanan konsultasi dan melakukan investasi ke perusahaan lain. TEMPO/Bram Selo Agung Mardika

    Pekerja memanjat tangga sebelum memulai perawatan pemancar sinyal di tower klaster Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat, 11 Oktober 2019. PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk juga melayani penyewaan dan pemeliharaan Base Transceiver Station (BTS), layanan konsultasi dan melakukan investasi ke perusahaan lain. TEMPO/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau Bakti, Anang Achmad Latif mengatakan setelah meresmikan proyek Palapa Ring timur, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan membangun 4 ribu BTS. Hal itu kata dia, akan terwujud pada 2020.

    "Rancangannya itu sudah kumpulkan dari semua kepala dinas kabupaten, beserta beberapa bupati yang kami kumpulkan karena lokasi tentunya berdasarkan lokasi usulan mereka," kata Anang saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Dia mengatakan tahun ini Bakti akan menyelesaikan 500 BTS. Anggaran yang digunakan, kata dia, merupakan anggaran Bakti. Pembangunan 4 ribu BTS itu, juga merupakan lanjutan dari 1.000 BTS yang sudah terbangun."Nanti pada 2020, kata Jokowi, kita selesaikan 3.500 lagi," ujarnya.

    Menurut dia, masih banyak wilayah yang memerlukan BTS seperti Natuna, Anambas dan wilayah terluar lainnya. Menurut dia, wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi yang baik, tapi sinyalnya tidak ada. "50 persen dari 4.000 BTS itu ada di Papua dan Papua Barat," kata dia.

    Anang menuturkan kesulitan pembangunan saat ini terjadi di wilayah Papua. Menurut dia, meski geografisnya daratan, tapi di lokasinya belum tersedia akses jalan. Sehingga, kata dia, tidak ada jalan teknologi microwave.

    "Sampai ketinggian 3 ribu bahkan ada yang sampai 4 ribu lebih ketinggiannya untuk memasang tower. Nah di situ lah sulitnya medan. Karena orang tidak bisa seharian bekerja di sana. Sehari mungkin hanya bisa 3 jam maksimal yang bisa bekerja, arena di atas itu oksigen tipis," kata Anang.

    Jokowi meresmikan proyek Palapa Ring di Istana Negara pada Senin 14 Oktober 2019. "Pemerintah berkomitmen menuntaskan Palapa Ring sebagai infrastruktur tol langit kita," kata Jokowi dalam sambutannya saat acara peresmian di Istana Negara.

    Menurut Jokowi, pembangunan jaringan telekomunikasi itu diharapkan tidak hanya membangun sektor ekonomi tetapi juga memajukan sektor sosial, budaya, dan politik di seluruh Indonesia. Dia menjelaskan ketersambungan komunikasi akan menyatukan Indonesia dari Sabang sampa Merauke serta Miangas ke Pulau Rote.

    Jangkauan Palapa Ring Palapa Ring merupakan proyek pembangunan "back bone" atau tulang punggung serat optik nasional, yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

    Tiga ruas back bone, yakni Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Timur. Proyek itu terdiri dari tujuh lingkar kecil serat optik di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi dan Maluku.

    Palapa Ring Barat telah selesai pada Maret 2018, menjangkau wilayah Riau, Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan jaringan laut sepanjang 1.730 kilometer dan darat 545 kilometer.

    Palapa Ring Tengah menjangkau 27 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,Maluku Utara, dan Kalimantan Timur dengan 1.706 kilometer jaringan laut dan 1.289 jaringan darat.

    Palapa Ring-Timur dibangun sejauh 4.450 kilometer yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan "land cable" sepanjang 600 KM dengan "landing point" sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.