PLN: 7.000 Rumah Tangga Miskin di Banyumas Belum Teraliri Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarif Listrik Non-Subsidi Turun

    Tarif Listrik Non-Subsidi Turun

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Pemasaran dan Pelayanan PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto Edi Cahyanto menuturkan sebanyak 7.000 rumah tangga miskin di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, belum teraliri listrik.

    "Oleh karena itu, kami akan membantu mereka dengan menggratiskan biaya penyambungan listrik. PLN juga akan mewajibkan satu pegawainya untuk membiayai penyambungan listrik bagi satu rumah tangga miskin," katanya saat ditemui di sela acara Multi Stakeholder Forum PLN 2019 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa 15 Oktober 2019.

    Dia menuturkan sebanyak 1.062 rumah tangga miskin akan teraliri listrik hingga akhir Oktober 2019. Sisanya, bantuan penyambungan listrik dilakukan secara bertahap melalui bantuan program pertanggungjawaban sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

    Dia menargetkan seluruh rumah tangga miskin di Kabupaten Banyumas teraliri listrik hingga tahun 2020. Edi mengatakan ketersediaan listrik di wilayah kerja PT PLN UP3 Purwokerto saat ini sebesar 333 megawatt (MW) dan baru terpakai sekitar 37 persen (123,21 MW), sehingga masih ada cadangan sebanyak 63 persen (209,79 MW).

    Menurut dia, dengan ketersediaan listrik sebanyak itu, PT PLN UP3 Purwokerto bisa membantu Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam pembangunan dan siap mendukung investasi.

    "Setiap saat PT PLN UP3 Purwokerto siap menyuplai listrik untuk investor yang akan mengembangkan usahanya di Banyumas," katanya.

    Manajer PT PLN UP3 Purwokerto Armunanto mengatakan kelistrikan di Banyumas disuplai oleh tiga gardu induk yang berada di Kalibakal, Rawalo, dan Ajibarang dengan total kapasitas 333 MW.

    "Beban penggunaan listrik masyarakat Banyumas sebesar 124 MW atau sekitar 37 persen, sehingga terjadi surplus sebesar 63 persen," katanya.

    Ia mengatakan Pemkab Banyumas telah mendukung secara maksimal industri listrik PLN sehingga mengalami pertumbuhan sebesar 7,74 persen pada 2019 dengan pengembangan kawasan industri, pariwisata, dan bisnis.

    Menurut dia, hal itu terealisasi dengan adanya layanan satu pintu di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Banyumas.

    "Lewat CSR PLN pun telah mengadakan program One Man One Hope yang merupakan program untuk 7.000 warga Banyumas yang masih belum merupakan pelanggan listrik mandiri," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.