OJK Klaim Target Inklusi Keuangan Tahun Ini Sudah Tercapai

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih dari 75 persen. 

    Klaim itu disampaikan Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara. Menurutnya, data inklusi keuangan ini berasal dari survei terbaru yang dilakukan OJK.

    “Oleh OJK bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan. Ada beberapa alasan kami ingin mendorong tingkat inklusi, akses keuangan masyarakat tetap meningkat dan minggu ini jadi puncaknya bulan inklusi keuangan,” ujar Tirta dalam Konferensi Pers Finexpo dan Sundown Run di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.

    OJK sejak 2013 rutin menggelar survei nasional literasi dan inklusi keuangan. Survei ini digelar tiap 3 tahun sekali.

    Saat survei dilakukan pertama kali pada 2013, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat berturut-turut sebesar 21,84 persen dan 59,74 persen. Kemudian, pada survei 2016 nilai literasi dan inklusi keuangan meningkat masing-masing 29,66 persen dan 67,82 persen.

    Tahun ini, OJK menargetkan tingkat literasi keuangan masyarakat mencapai 35 persen, dan inklusi menyentuh 75 persen.

    Menurut Tirta, dalam waktu dekat OJK akan merilis hasil survei terkini seputar inklusi dan literasi keuangan. Dari hasil kajian data sementara, diketahui tingkat inklusi keuangan sudah naik melebihi target yang tercantum di Perpres Strategi Nasional Perlindungan Konsumen Nomor 50 Tahun 2017.

    “Saya enggak tahu berapa lama [tingkat literasi mengejar inklusi keuangan]. Tapi hasil survei terbaru ini tingkat literasi naiknya bisa jauh lebih dari target. Kalau inklusi kan karena sudah tinggi, mau naik tinggi sekali agak sulit. Literasi masih bisa didorong lagi, kami akan dorong terus,” ujarnya.

     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.