IHSG Diprediksi Melemah Pasca Euforia Kesepakatan Dagang AS-Cina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, 15 Oktober 2019, diprediksi melemah pasca euforia pasar atas kesepakatan perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dan Cina.

    IHSG dibuka menguat 3,42 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.130,3. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau insdeks LQ45 bergerak naik 1,04 poin atau 0,11 persen menjadi 955,51.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa, mengatakan, euforia atas pernyataan Presiden AS Donald Trump berkenaan dengan perang dagang antara AS dan Cina yang "dovish" hanya disikapi sesaat oleh pelaku pasar.

    "Diperkirakan pasar global kali ini akan bergerak variatif. Sentimen dari global, akan mendorong IHSG bergerak "mixed" dengan peluang melemah pada perdagangan saham hari ini," ujar Alfiansyah.

    Bursa saham di Asia memulai perdagangan awal pekan dengan berakhir menguat diakibatkan euforia atas terjadinya kesepakatan parsial antara AS dan China yang merupakan kesepakatan pada fase pertama.

    Namun demikian, investor pada bursa saham di Eropa mulai mencerna berita baik tersebut hanyalah didasari dengan jabatan tangan dan bukan secara hitam atas putih.

    Selain itu juga, investor menilai bahwa sentimen positif dari penundaan tarif susulan memiliki efek yang sedikit terlambat, mengingat kondisi perekonomian global yang terus dalam tren pelemahan.

    Selain IHSG, bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 370,72 poin atau 1,7 persen ke 21.169,59, indeks Hang Seng melemah 6,13 poin atau 0,02 persen ke 26.515,72, dan indeks Straits Times menguat 0,25 poin atau 0,01 persen ke posisi 3.124,2.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.