Susi Pudjiastuti Minta Eropa Turunkan Bea Masuk Ekspor Ikan RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengunjungi Bangsring, Banyuwangi. instagram.com/susipudjiastuti115

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengunjungi Bangsring, Banyuwangi. instagram.com/susipudjiastuti115

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin terus meningkatkan ekspor ikan Indonesia, termasuk ke negara Eropa. Namun, kata dia, saat ini ekspor ikan Indonesia ke Eropa terkendala tarif bea masuk sebesar 20 persen, sedangkan negara lain, seperti Vietnam dan Thailand 0 persen.

    "Ya harus ada perundingan itu Menteri Perdagangan dan Menlu. Saya sudah ngomelin sudah, ngancam, mau minta European Union untuk turunkan tarif ikan kita," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Dia melihat produk ikan Indonesia saat ini hampir tidak bisa masuk Eropa, karena terlalu mahal, dibanding dua negara tadi. Menurut dia, tarif ekspor ikan yang lebih tinggi 20 persen dari negara lain membuat produk dari Indonesia tidak kompetitif saat masuk Eropa.

    Namun, dia melihat, ekspor Indonesia ke Vietnam dan Thailand justru naik. Hal itu karena dua negara tersebut membeli produk dari Indonesia untuk selanjutnya diekspor ke Eropa.

    "Lebih dari 800 persen kenaikan ekspor ke Thailand. Jadi yang penting adalah originnya Indonesia tetap lebih banyak," kata dia.

    Karena itu, dia menilai, kalau dilihat keseluruhan ekspor ikan di dunia, Indonesia merupakan yang terbesar nomor 2 setelah Cina. Bahkan, kata dia untuk ekspor ke Amerika Serikat, Indonesia nomor satu paling banyak.

    Capaian itu, bisa terwujud karena AS sejak 2015 sudah membebaskan impor tarif keberhasilan IUUF. "Karena kita perangi, AS mau membebaskan, itu tanpa perundingan bertele-tele, cuma minta saja," ujar dia.

    Adapun, kata Susi, rata-rata ekspor Indonesia ke AS dari 2015 sebesar US$ 500 juta.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.