Susi Pudjiastuti Harap Penenggelaman Kapal Illegal Fishing Lanjut

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengecek kapal MV NIKA (750GT) yang ditangkap Satgas 115 di Dermaga Golden Fish, Pulau Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Senin, 15 Juli 2019. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali menangkap kapal illegal fishing yang merupakan buronan internasional. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengecek kapal MV NIKA (750GT) yang ditangkap Satgas 115 di Dermaga Golden Fish, Pulau Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Senin, 15 Juli 2019. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali menangkap kapal illegal fishing yang merupakan buronan internasional. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin semua program yang berjalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan terus dilanjutkan. Termasuk, kata dia, program penenggelaman kapal penangkap ikan ilegal.

    "Semua kebijakan kita. Karena kebijakan yang kita lakukan itu sudah bagus," kata Susi di kantornya, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019.

    Menurut dia, jika kapal ilegal fishing dilelang justru akan menambah pekerjaan bagi KKP. Hal itu, karena dia melihat sudah beberapa kali KKP menangkap kapal ilegal yang sama.

    "Sudah ditangkap, terus dilelang, dibeli sama yang punya, balik lagi, nangkap lagi. Memangnya kita kurang kerjaan. Tenggelamkan saja, penalty tidak akan menyelesaikan masalah. Kan dia bisa dipakai untuk nyolong lagi," ujar dia.

    Kendati begitu, dia memberi pengecualian penenggelaman bagi kapal tangkapan yang akan digunakan untuk pendidikan atau monumen. "Untuk pelatihan, ya satu dua kapal boleh, selebihnya ditenggelamkan saja," kata dia.

    Selama menjabat sebagai menteri sejak awal pemerintahan presiden Joko Widodo atau Jokowi, Susi sudah menenggelamkan kapal lebih dari 550 kapal.

    Sebelumnya dia ingin menjadikan kapal tangkapan, MV NIKA dengan berat 750 GT jadi bahan untuk pembelajaran. Kapal buronan internasional itu, diharapkan dapat menjadi kapal kampanye anti ilegal fishing di Indonesia.

    "Jadi kami ingin ada kampanye berjalan ke pelabuhan-pelabuhan untuk anak-anak sekolah supaya bisa lihat. Supaya tidak terlupakan bahwa di laut kita banyak kejahatan seperti ini. Untuk mendidik anak-anak bangsa kita juga dan masyarakat dunia juga untuk pembelajaran," kata dia di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Batam Kepulauan Riau, Senin, 15 Juli 2019.

    Hal itu karena, kata dia, selama ini illegal fishing banyak yang tidak terbuka selama ini, sehingga tidak banyak yang tahu literasi mengenai itu.

    Dia melihat sebelum menjabat sebagai menteri terdapat lebih dari 10 ribu kapal di laut Indonesia yang melakukan ilegal fishing. "Ada yang kecil, ada yg segede itu, ada yg lebih gede dari ini. Seperti yang ada dua kali ini besarnya, kami kandaskan di Pangandaran, panjang dua kali ini beratnya 1.200 GT," ujar Susi Pudjiastuti.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.