Perusahaan di Bursa Diminta Terlibat dalam Pengentasan Kemiskinan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas mendorong perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia untuk terlibat dalam program Sustainable Development Goals (SDG's). Salah satunya untuk terlibat dalam program pengentasan kemiskinan.

    "Di bursa itu kan banyak sekali perusahaan tercatat. Kami harapannya buka wawasan mereka terkait SDG's. Ini permulaan yang baik, selain edukasi kami juga ingin bagi tugas karena pekerjaan rumah masih banyak," kata Vivi Yulaswati Staf Ahli Menteri Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 14 Oktober 2019.

    Hari ini, United Nation Development Program (UNDP) bersama dengan Bappenas mengelar diskusi bertajuk Potret Kemiskinan Multidimensi 2019. Acara ini digelar bersamaan dengan adanya Peringatan Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional yang jatuh setiap 17 Oktober.

    Vivi menjelaskan program SDG's merupakan agenda ambisius yang mau tidak mau harus dicapai dengan bekerjasama. Baik oleh pemerintah pusat dan daerah, parlemen, pebisnis, akademisi, hingga agenda filantropi dengan bekolaborasi secara konstruktif.

    Menurut Vivi, perusahaan tercatat bisa memasukan visi misi yang tercantum dalam 17 goals SDG's, khusus untuk program pengentasan kemiskinan ke dalam proses bisnis mereka. Salah satunya dengan memanfaatkan Indeks Kemiskinan Multidimensi (MPI).

    Indeks tersebut memasukan tiga dimensi penting dari munculnya kemiskinan. Ketiganya yakni kesehatan, edukasi dan standar kehidupan minimal. Lewat tiga dimensi ini, perusahaan diharapkan bisa ikut terlibat masuk dan menyesuaikan dengan kemampuan serta lini bisnis.

    Vivi menjelaskan perusahaan bisa ikut terlibat dengan memfasilitasi dan memobilisasi sumber daya, melalui berbagai program. Misaknya, ikut terlibat dalam pembangunan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar.

    "Peran sektor bisnis telah terbukti di berbagai negara cukup membawa keberhasilan dalam hal percepatan berbagai tujuan yang diamanatkan dalam mencapai 17 goals SDG's," kata Vivi.

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mendukung upaya Bappenas dalam melibatkan perusahaan tercatat dalam program pengentasan kemiskinan sesuai tujuan SDG's. Apalagi swasta memiliki potensi besar untuk meningkatkan sumber daya dan membuka akses peluang ke pasar.

    "Sektor swasta menyediakan lapangan pekerjaan serta barang dan jasa untuk banyak orang dengan lebih efektif daripada pemerintah atau lembaga bantuan," kata Inarno dalam acara yang sama.

    Karena itulah, Inarno mengajak semua perusahaan tercatat BEI untuk berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan SDG's. Khususnya, dalam perilaku dan strategi perusahaan. Sebab, pengentasan kemiskinan merupakan upaya bersama, termasuk perusahaan tercatat di BEI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.