Bandara Wamena Beroperasi Lagi Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi menunggu pesawat Hercules di Bandara Wamena, Papua, Kamis 3 Oktober 2019. Pascakerusuhan pengungsi terus berupaya keluar dari Wamena menuju Jayapura dan kampung halaman masing-masing. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

    Pengungsi menunggu pesawat Hercules di Bandara Wamena, Papua, Kamis 3 Oktober 2019. Pascakerusuhan pengungsi terus berupaya keluar dari Wamena menuju Jayapura dan kampung halaman masing-masing. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Wamena Papua akan segera kembali beroperasi secara normal untuk penerbangan komersial pekan depan setelah sempat berhenti beroperasi pascaaksi demo anarkis pada 23 September 2019.

    Budi Karya menjanjikan Bandara Wamena bisa beroperasi secara normal untuk penerbangan komersial dalam waktu tidak sampai satu minggu mendatang. "Saya pikir sudah aman. Saya dapat info dari Pak Kapolda dan Pak Panglima, bahwa sudah relatif aman di sana. Jadi segera akan dilaksanakan [kembali operasionalnya]," ujarnya di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Minggu, 13 Oktober 2019.

    Budi Karya menyampaikan hal itu seusai rapat koordinasi bersama para kepala daerah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua untuk membahas konetivitas dan pembangunan empat bandara serta perbaikan satu pelabuhan di kedua provinsi itu.

    Pihaknya juga telah mengevaluasi kondisi Bandara Wamena tersebut. Saat ini, kata dia, bandara telah melakukan beberapa penerbangan reguler meskipun belum dinyatakan efektif. "Kami sedang evaluasi dengan penerbangan reguler, sudah ada beberapa tapi belum terlalu efektif," ujarnya.

    Adapun, Bandara Wamena sempat ditutup sementara sejak kerusuhan pada 23 September 2019. Penutupan dilakukan guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan serta menertibkan operasi penerbangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.