BPTJ: Daya Dukung Jalur Puncak Lampaui Kapasitas, Ini Akibatnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan ribuan kendaraan roda empat menunggu dibukanya arah menuju Puncak di Bogor, 7 Februari 2016. Pintu keluar Tol Ciawi dan Jalan Raya Ciawi-Gadog antrean kendaraan sudah mengular sejak ditutupnya jalur menuju Puncak pada pukul 13:30 WIB.  TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Kepadatan ribuan kendaraan roda empat menunggu dibukanya arah menuju Puncak di Bogor, 7 Februari 2016. Pintu keluar Tol Ciawi dan Jalan Raya Ciawi-Gadog antrean kendaraan sudah mengular sejak ditutupnya jalur menuju Puncak pada pukul 13:30 WIB. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ,  Bambang Priharton, menjelaskan saat ini daya dukung Jalur Puncak telah melampaui kapasitas. Menurut data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, setiap akhir pekan, setidaknya terdapat 19.000 kendaraan berada maupun melintas di Jalur Puncak.

    "Dengan kendaraan sejumlah itu, manajemen rekayasa lalu lintas apapun yang diupayakan tidak akan sepenuhnya menghilangkan kemacetan," kata Bambang, Sabtu, 12 Oktober 2019.

    Oleh karena itu juga, Bambang menyebutkan alternatif sistem yang akan diuji coba pada 27 Oktober 2019 dinilai tidak akan otomatis mengurangi kemacetan di Jalur Puncak. Sistem ini dikembangkan sebagai alternatif atas rekayasa lalu lintas buka tutup yang sudah bertahun-tahun hingga kini diterapkan di Jalur Puncak setiap akhir pekan atau setiap musim liburan.

    "Kebijakan rekayasa lalu lintas sistem 2-1 untuk Jalur Puncak ini dirumuskan dengan mengakomodir aspirasi masyarakat sekitar Puncak yang kemudian setelah dilakukan kajian dan simulasi pantas untuk diujicobakan," ucap Bambang.

    Selama ini sistem buka tutup selama dikeluhkan oleh masyarakat karena mengganggu aktivitas warga di sekitar jalur tersebut. Sementara sistem 2-1 merupakan salah satu langkah jangka pendek penataan transportasi di jalur Puncak.

    Sebagai langkah jangka pendek, BPTJ bersama stakeholder terkait telah meluncurkan layanan wisata dengan menggunakan angkutan umum massal. Masyarakat yang ingin berwisata ke Taman Safari dapat menggunakan layanan bus shuttle yang dioperasikan oleh Big Bird dari Pasaraya Blok M Jakarta Selatan.

    Dengan tarif Rp 400.000 per orang, pengguna layanan ini akan mendapatkan tiket PP angkutan bus Blok M – Taman Safari berikut snack dan tiket masuk Taman Safari. Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan layanan tersebut dalam rangka meminimalisir kemacetan yang terus terjadi di Jalur Puncak setiap akhir pekan.

    “Ke depan, layanan seperti ini akan kami perbanyak dengan titik berangkat tidak hanya dari Blok M dan titik tujuan tidak hanya ke Taman Safari, beberapa operator sedang menjajaki hal ini,” kata Bambang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.