SPBU di Omesuri, Lembata, jadi Titik Penyalur BBM Satu Harga

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

    Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mulai beroperasi per hari ini. Pom bensin tersebut merupakan satu titik BBM Satu Harga yang merupakan satu dari 170 titik penyalur di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang melayani BBM dengan harga yang sama dengan di wilayah lainnya.

    Harga BBM yang sama yang dimaksud adalah Rp 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp5.150 per liter untuk Biosolar. Dengan adanya pom bensin itu, warga Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kini tidak perlu lagi menempuh jarak 60 kilometer untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

    Ketua Lembaga Adat Balauring Abdul Latif Laka Taranpiraq mengatakan sebelum ada SPBU di Omesuri ini, warga harus ke Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata yang berjarak sekitar 60 km untuk mendapat BBM, jalannya pun sebagian belum beraspal. 

    SPBU ini juga menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Lembata menjadi dua lokasi. Hadirnya dua buah SPBU di Lembata tersebut sekaligus menjadi kado indah ulang tahun Kabupaten Lembata yang pada hari ini tepat memasuki usia ke-20 tahun.

    "Pusatnya juga bukan SPBU, agen saja (APMS/Agen Premium dan Minyak Solar), sekarang kami punya dua SPBU, satu di kabupaten sana, satu lagi di tempat kami, harganya lebih murah. Biasa kami beli ecer sampai Rp 20.000 per botol (ukuran 600ml), itu kadang juga susah carinya," kata Abdul seperti dikutip dalam rilis, Sabtu, 12 Oktober 2019.

    Hamad yang juga seorang sopir angkutan antar kecamatan merasa sangat terbantu dengan hadirnya SPBU di Omesuri ini. Sebelumnya, jika BBM habis di tengah jalan, dia harus menunggu kendaraan pengangkut bahan bakar tiba di kota. "Kami dulu jauh sekali cari minyak (BBM) untuk kendaraan, sekarang su dekat, tidak takut lagi habis minyak di jalan," sebutnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.