Harga Batu Bara Semakin Turun, Ini Rencana Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemani Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi tengah berbincang dengan perwakilan PT Dunia Express di Kawasan Pusat Logistik Berikat, Sunter, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemani Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi tengah berbincang dengan perwakilan PT Dunia Express di Kawasan Pusat Logistik Berikat, Sunter, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Depok - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tetap memantau pergerakan harga batu bara acuan (HBA) yang terus anjlok dalam dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Sri Mulyani, penurunan pada harga komoditas seperti batu bara, maupun minyak dan kelapa sawit memang akan mempengaruhi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan perpajakan.

    Kita akan lihat, kalau commodity harganya kan bergerak, nanti kita lihat saja ya sampai akhir tahun,” kata Sri Mulyani saat ditemui usai menghadiri diskusi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 12 Oktober 2019.

    Sebelumnya, memasuki kuartal IV/2019, harga batu bara acuan (HBA) tertekan ke level US$64,8 per ton pada Oktober 2019 sekaligus menjadi yang terendah dalam 3 tahun terakhir. Untuk diketahui, HBA sepanjang tahun ini terus berada dalam tren penurunan dan hanya sekali mencetak kenaikan bulanan. 

    Alhasil, rerata HBA sepanjang periode Januari-Oktober 2019 turun menjadi US$80,22 per ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan rerata HBA pada periode yang sama tahun lalu senilai US$ 99,72 per ton.

    Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan penurunan HBA terjadi karena masih berlarutnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat sehingga memukul harga komoditas.

    Sementara itu, lanjut Agung, terjadinya banjir di India yang akan menghentikan aktivitas produksi selama kurang lebih satu bulan dinilai akan berdampak pada kenaikan HBA bulan depan, "Bukan berdampak bulan ini, tetapi mungkin bulan depan akan berpengaruh naiknya HBA akibat banjir di India," tutur Agung, Senin, 7 Oktober 2019.

    Adapun hingga akhir 2019 ini, Kementerian Keuangan menargetkan PNBP sebesar Rp 378,3 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya atau Rp 190,8 diharapkan berasal dari PNBP Sumber Daya Alam (SDA). Lalu, darI angka ini, Rp 31 triliun berasal dari PNBP SDA non-migas, di mana di dalamnya termasuk PNBP dari batu bara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.