Kelompok Bisnis Optimistis Perang Dagang Reda, Rupiah Menguat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat menguat seiring optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan dagang Amerika Serikat dan Cina. Rupiah ditutup menguat 12 poin atau 0,09 persen menjadi Rp 14.138 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.150 per dolar AS.

    "Kelompok-kelompok bisnis menyatakan optimisme bahwa kedua pihak mungkin dapat meredakan perang dagang dan menunda kenaikan tarif AS yang dijadwalkan untuk minggu depan," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa timnya memiliki negosiasi yang sangat baik dengan Cina dan menegaskan kembali rencananya untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Cina Liu di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat.

    Sementara itu, Bank Dunia memprediksi PDB Indonesia akan tumbuh 5 persen di 2019, turun dari prediksi April lalu, yakni 5,1 persen. Melambatnya PDB tersebut akibat meningkatnya ketidakpastian ketegangan perdagangan AS-Cina dan Brexit yang sedang berlangsung dan menyebabkan penurunan ekspor serta pertumbuhan investasi.

    "Prediksi yang dirilis Bank Dunia merupakan cambuk bagi pemerintah dan BI agar lebih berpacu guna untuk kembali menambah daya gedor agar perekonomian kembali bertumbuh," ujar Ibrahim.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 14.130 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.127 per dolar AS hingga Rp 14.151 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.139 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.157 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.