Ada Aliran Dana Asing Rp 195 T, BI: Investor Percaya RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sambutan dalam konferensi internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 di Bali, Kamis, 29 Agustus 2019. Istimewa

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan sambutan dalam konferensi internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 di Bali, Kamis, 29 Agustus 2019. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan derasnya aliran dana asing ke Indonesia menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

    "(Aliran dana asing) Itu menujukkan confident terhadap ekonomi Indonesia. Soal imbal hasil investasi dalam negeri masih cukup kuat dan terbukti dari berlanjut arus inflow portofolio," kata Perry di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 11 Oktober 2019.

    Hingga 10 Oktober 2019, dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 195,6 triliun ke instrumen portofolio. Investasi asing mengalir ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 140,6 triliun dan saham Rp 52,9 triliun.

    Sedangkan jika dilihat lebih detail selama sepekan terakhir jumlah dana asing yang masuk hingga 10 Oktober mencapai Rp 3,04 triliun. Adapun instrumen saham tercatat outflow atau keluar sebesar Rp 0,36 triliun. Artinya, selama sepekan dana asing masuk senilai Rp 2,54 triliun.

    Perry menjelaskan, arus portofolio saham memang lebih tinggi volatilitasnya. Hal ini karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global khususnya baik seperti perang dagang maupun pelambatan ekonomi global.

    Sementara itu, Perry juga menuturkan kondisi current account deficit atau CAD bakal diperkirakan berada pada angka 2,5-3 persen pada triwulan III. Prediksi ini, kata Perry, masih konsisten dengan penilaian BI terkait stabilitas eksternal yang masih bisa terjaga.

    "Stabilitas eksternal yang terjaga itu, terlihat dari indikator pembiayaan atau pendanaan CAD yang masih memadai terutama didukung penanaman modal asing dan investasi porotofolo ke SBN," kata Perry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.