Penusukan Wiranto, Sri Mulyani: Kami Percayakan Aparat Saja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mendatangi pusat logistik berikat (PLB) Dunia Express Sunter, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019. Sri Mulyani menjelaskan, kunjungan ini berkaitan kabar yang menyebut bahwa PLB menjadi celah kebocoran impor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang membuat Indonesia banjir tekstil impor.Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mendatangi pusat logistik berikat (PLB) Dunia Express Sunter, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019. Sri Mulyani menjelaskan, kunjungan ini berkaitan kabar yang menyebut bahwa PLB menjadi celah kebocoran impor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang membuat Indonesia banjir tekstil impor.Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto oleh orang tidak dikenal saat turun dari kendaraan di Alun-Alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, tidak mempengaruhi perekonomian Indonesia.

    “Enggak lah,” katanya saat ditemui di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat.

    Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan kepada dirinya semenjak insiden yang menimpa Wiranto. “Kami percayakan kepada instansi dan aparat saja ya,” ujarnya.

    Sebelumnya pada Kamis 10 Oktober 2019, Menko Polhukam Wiranto ditusuk oleh seorang pria saat ia hendak kembali ke Jakarta setelah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten.

    Wiranto dikabarkan terkena dua tusukan benda tajam di perut akibat penyerangan tersebut, ia awalnya mendapatkan perawatan di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

    Selain Wiranto, tiga orang lainnya juga terkena tusukan pelaku, yaitu ajudan Wiranto, Kapolsek Menes Pandeglang Kompol Daryanto, dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.

    Mantan Menteri Perindustrian Kabinet Kerja Saleh Husin mengatakan Wiranto mendapatkan tindakan medis operasi pascakejadian penusukan.

    "Tadi saya sempat ngobrol juga dengan dokternya, memang katanya habis operasi, saya nggak nanya tadi (berapa jahitan),” kata Saleh Husin, seusai menjenguk Wiranto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.