Hari Oeang, Sri Mulyani Bersih-bersih Sampah di Pantai

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bermain dengan anak-anak sekolah dasar dalam peluncuran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bermain dengan anak-anak sekolah dasar dalam peluncuran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan Republik Indonesia memperingati Hari Oeang RI ke-73 dengan mengadakan kegiatan kerja bakti membersihkan sampah di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kegiatan ini dilakukan karena isu kebersihan lingkungan saat ini menjadi masalah besar bagi dunia terutama Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 yaitu 269,6 juta jiwa pada 2020 berdasarkan data BPS.

    “Isu lingkungan akan terus menjadi isu yang tidak akan hilang tanpa kita ikut peduli dan berpartisipasi. Oleh karena itu dalam kita memperingati Hari Oeang tidak hanya berpikir mengenai uang karena uang banyak kalau lingkungan rusak dan kotor itu sama sekali tidak memberikan kualitas hidup,” katanya.

    Sri Mulyani menuturkan Indonesia sudah harus mulai memikirkan cara dalam menangani sampah yang terus meningkat yaitu pada 2017 sebanyak 65,8 juta ton dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai 70,8 ton pada 2025.

    “Kalau kita tidak mulai berpikir secara strategis dan sistematis bagaimana menangani dan mengelola sampah maka lama-lama Indonesia akan hidup bersama sampah dan ini pasti akan menurunkan kualitas hidup kita,” ujarnya.

    Selain itu, Menkeu melanjutkan berdasarkan dari data Yayasan Race for Water asal Swiss menunjukkan 50 kilogram sampah plastik dihasilkan oleh satu orang per tahun dan 5-10 persennya dibuang ke laut sehingga sangat membahayakan bagi beragam spesies laut.

    Berdasarkan data dari UN Biodiversity pada 2016 sebanyak 800 spesies laut terancam oleh adanya keberadaan sampah tersebut sehingga Menkeu mengimbau agar seluruh masyarakat segera menciptakan kesadaran dan mengembangkan penanganan yang lebih sistematis.

    “Kita semua tahu spesies ini diciptakan pasti ada tujuannya jadi kalau mereka sampai terancam karena sampah plastik kita perlu merasa sangat peduli,” ujarnya.

    Adapun yang hadir adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

    Selain Sri Mulyani, hadir juga Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Luky Alfirman, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rahmatawarta dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Andin Hadiyanto serta Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Prima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.