Lion Air Berencana Tawarkan Saham ke Publik, Untuk Apa Dananya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai Lion Air menurunkan dan menaikan penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 20 Agustus 2019. Dalam aksi kemarin, pendemo memaksa masuk ke Bandara tersebut pada Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA/Olha Mulalinda

    Maskapai Lion Air menurunkan dan menaikan penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 20 Agustus 2019. Dalam aksi kemarin, pendemo memaksa masuk ke Bandara tersebut pada Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mentari Airlines yang mengoperasikan pesawat Lion Air berencana melantai di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan penawaran saham perdana atau IPO rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

    "Saat ini, konsultan masih melakukan analisis situasi,” ujar Danang saat dihubungi pada Jumat, 11 Oktober 2019.

    Danang mengatakan dana segar yang didapat dari aksi korporasi bakal dipakai untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Lion Air juga mempertimbangkan pemanfaatan dana tersebut untuk ekspansi bisnis.

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya sebelumnya mengungkapkan Lion Air akan menggelar mini expose dalam rangka penawaran umum saham perdana IPO pada pekan depan. "Lion nanti dalam minggu depan mini expose. Ke depan juga lumayan, dari 30 (pipeline IPO) tentunya relatif sekuensial untuk mini expose akan cukup banyak," kata Nyoman pada Rabu lalu.

    Ia berharap, dari 30 calon emiten yang sudah masuk ke dalam pipeline BEI, entitas dapat menyampaikan informasi secara lengkap sehingga otoritas bursa bisa memproses prosedur IPO dengan lebih cepat. Selain itu, bursa masih menunggu calon emiten yang ingin menjadi perusahaan tercatat dengan menggunakan buku audit Juni 2019.

    Terakhir, jumlah perusahaan tercatat di BEI telah mencapai 40 emiten dengan masuknya PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. Apabila 30 perusahaan yang ada dalam pipeline BEI merealisasikan IPO pada tahun ini, jumlah emiten baru mencapai posisi tertingginya sepanjang sejarah yaitu sebanyak 70 perusahaan pada 2019.

    Di luar itu, pihak bursa juga telah bertemu dengan 5 perusahaan lainnya yang sudah berkomitmen bakal memasukkan dokumen untuk IPO pada kuartal IV/2019 ini. Dengan demikian, jumlah 75 pencatatan efek baru yang ditargetkan bursa pada awal tahun ini sementara dapat dikatakan tercapai.

    Dari sisi pencatatan lewat papan baru yaitu papan akselerasi, sejauh ini Nyoman menyampaikan belum ada calon emiten yang akan tercatat di sana. "Papan akselerasi belum ada yang submit karena yang menyampaikan dengan POJK 53 dan 54 sebelumnya sudah bisa masuk ke papan pengembangan," tutur Nyoman.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.