Bandara Khusus Kepresidenan Akan Dibangun di Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan membangun bandara baru khusus melayani penerbangan kepresiden dan tamu sangat penting atau very very important person (VVIP) di ibu kota baru Panajam Paser Utara dan Kutai  Kertanegara, Kalimantan Timur.  

    Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan Kemenhub Sugihardjo mengatakan, selama ini, pesawat kepresidenan harus menunggu jadwal penerbangan reguler jika Presiden menggunakan bandara umum.

    "Kalau kami mendesain ini bandara khusus kegiatan negara, tamu-tamu negara, ini kita akan bangun, lokasinya dekat, seperti jarak pusat kota ke Bandara Halim Perdanakusuma, sekitar 25 km," kata dia, Kamis 10 Oktober 2019.

    Kementerian Perhubungan juga merancang pembangunan transportasi modern regional dari dan menuju wilayah ibu kota baru di Panajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.

    Menurutnya, pergerakan konektivitas regional akan dibangun untuk memfasilitasi berbagai kepentingan masyarakat dari dan menuju ibu kota baru tersebut.

    Dia mengatakan optimalisasi akses transportasi yang pertama yakni melalui jalur udara. Bandara Samarinda dan Bandara Sepinggan Balikpapan akan dimaksimalkan perannya untuk penerbangan komersial.

    "Nanti ditingkatkan di Balikpapan terminalnya sampai 30.000 penumpang, landasan pacunya 3.250 meter x 60 meter, di Samarinda juga ditingkatkan untuk kapasitas 20.000 penumpang, itu untuk digunakan masyarakat umum," paparnya.

    Untuk angkutan laut, dia menyatakan pelabuhan akan akan memanfaatkan Teluk Balikpapan. Keberadaan Teluk Balikpapan ini akan menjadi pusat aktivitas logistik di wilayah Kalimantan.

    Menurut dia, teluk Kalimantan merupakan tempat paling cocok untuk membangu pelabuhan, karena relatif tidak ada ombak, dangkal dan tempatnya luas.

    "Di teluk ombak relatif kecil kedalaman alurnya bisa di atas 13 meter, lebarnya bisa 5 km--7 km. Ini jadi pusat distribusi logistik di Pelabuhan Semayang, Ikariano, semua ada," tegasnya.

    Pemanfaatan lahan untuk pelabuhan baru akan menggunakan pendekatan smart and eco port seperti di Teluk Lamong.

    Untuk konektivitas dari sisi darat, keberadaan tol yang menghubungkan Balikpapan--Samarinda akan diperluas. Tujuannya agar dapat mencakup daerah ibu kota baru dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

    "Jalan tolnya pertama dihubungkan ke Bandara Balikapan dan ke ibu kota baru, jalan tol menghubungkan termasuk keretanya, mencakup ke bandara pula," katanya.

    Khusus konektivitas rel atau kereta pergerakan regional yang menghubungkan ibu kota baru dengan provinsi di daerahnya diupayakan menggunakan light rapid transit (LRT).

    Penggunaan LRT tersebut mengacu pada dua pertimbangan, yakni green transport atau transportasi ramah lingkungan serta harapan teknologi turunan dari LRT untuk diterapkan pada moda kereta api di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.