Proyek Transportasi Umum Ibu Kota Baru Diyakini Rampung 5 Tahun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan tiket perjalanan kereta bandara disela peresmian layanannya di Stasiun KA Bandara Manggarai, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. Kereta pertama dari Manggarai yaitu pada pukul 05.10 WIB, sedangkan dari Soekarno Hatta kereta pertama berangkat pukul 06.20 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjukkan tiket perjalanan kereta bandara disela peresmian layanannya di Stasiun KA Bandara Manggarai, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019. Kereta pertama dari Manggarai yaitu pada pukul 05.10 WIB, sedangkan dari Soekarno Hatta kereta pertama berangkat pukul 06.20 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan optimistis pembangunan moda transportasi di ibu kota baru dapat selesai dalam 5 tahun. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan seluruh fasilitas transportasi umum di ibu kota baru akan selesai pada tahun kelima.

    "Satu tahun ke depan perencanaan, dua tahun kemudian land-clearing. Tahun ketiga bisa mulai transportasi, tahun keempat dan kelima sarana sudah ada dan uji coba penggunaan transportasi massal itu," ujarnya, Kamis 10 Oktober 2019.

    Saat ini, moda transportasi yang ada masih lebih konvensional. Namun, Budi Karya yakin proyek moda transportasi umum di ibu kota bisa diselesaikan sesuai target.

    Dengan demikian, dia menegaskan yang menjadi tantangan kini masalah sosial yang perlu dipikirkan bagaimana angkutan yang ada di kota baru dan Balikpapan ada sinerginya. "Jadi harus kita pikirkan keduanya," imbuhnya.

    Adapun, untuk moda transportasi menyeluruh di kota baru dan kota-kota satelitnya dapat selesai antara 10 tahun--15 tahun. Ide-ide berbagai moda pun sedang dikembangkan dan menangkap berbagai aspirasi masyarakat.

    Ibu kota baru akan berada di Kabupatena Panajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kukar) serta sebagian Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Alasan pemilihan wilayah tersebut yakni risiko bencana minimal baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor. Lokasinya yang strategis berada di tengah-tengah Indonesia.

    Selain itu, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda, telah terdapat memiliki infrastruktur yang relatif lengkap serta telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektare.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.