Menkominfo: Belanja Teknologi ICT RI Kalah Jauh dari Malaysia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky sebelum menjadi pembicara dalam acara

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky sebelum menjadi pembicara dalam acara "Ignite The Nation 1000 Startup" di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad 18 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan indeks belanja teknologi informasi dan komunikasi atau ICT spending Indonesia kalah jauh dibandingkan Malaysia. Menurut dia, belanja ICT Pemerintah Malaysia 18 kali lipat lebih tinggi ketimbang Tanah Air.

    “Belanja pemerintah kita terhadap GDP rasionya cuma 0,1 persen; Thailand 0,3 persen; dan Malaysia 0,6 persen. Pemerintah membelanjakan ICT untuk warganya 18 kali lebih besar ketimbang Indonesia,” tuturnya di Hotel The Hermitage, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Rudiantara mengakui, selama ini Indonesia lamban membangun teknologi ICT. Karena itu, pemerintah saat ini masih memiliki pekerjaan rumah untuk terus membangun infrastruktur teknologi, khususnya untuk memperluas penetrasi jaringan Internet di daerah-daerah terluar.

    Adapun dalam tahun ini, Rudiantara mengatakan pemerintah tengah merencanakan pembangunan satu satelit milik Indonesia, yakni satelit Satria. Satelit ini akan ditempatkan di atas Papua.

    Rencananya, satelit berkapasitas 150 Gbps tersebut kelar dibangun pada 2022 oleh Thales Alenia Space. Sedangkan pengoperasiannya dilakukan pada 2023. Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia sudah meneken kesepakatan dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit dari Cape Caneveral, Florida.

    Rudiantara menyarankan, pemerintah Indonesia pada lima tahun ke depan membangun satelit-satelit berikutnya untuk meningkatkan daya saing global. Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi digital. “Harus bangun satelit terus. Saat ini kan sudah ada satu. Tahun depan siapkan satelit kedua, ketiga,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.