Konsesi Lahan Sukanto Tanoto di Ibu Kota Baru Diambil Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro yakin konsesi lahan milik pengusaha Sukanto Tanoto di ibu kota baru, bisa diambilalih pada akhir tahun ini. "Ya akhir tahun ini sudah beres," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Dia mengatakan proses tersebut tidak rumit sama sekali. "Dan tidak butuh waktu panjang," ujarnya.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengatakan ada lahan pengusaha Sukanto Tanoto di daerah calon ibu kota baru kurang lebih 48 ribu hektare. Lahan tersebut adalah konsesi yang dipegang perusahaan Sukanto melalui PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) di Kalimantan Timur. 

    Menurut Bambang jumlah lahan tersebut akan diambil alih secara bertahap. "Ambil alih sesuai dengan rencana pembangunannya, tapi sudah harus ketahuan yang awal dimana kurang lebih 46 ribu atau 48 ribu di area tanamnya (konsesi IHM)," kata Bambang di Hotel Shangri-La, Kamis, 26 September 2019.

    Adapun jumlah lahan inti yang akan digunakan dalam pembangunan ibu kota negara baru pada tahap pertama yaitu 42 ribu hektare. Bambang mengungkapkan, dalam besaran lahan tersebut ada di dalamnya sekitar 6 ribu hektare milik Sukanto Tanoto.

    "Yang pasti ada di area utama kurang lebih 5,6 ribu sampai 6 ribu hektare itu yang akan didahulukan, mengurangi luas area, izinnya tetap jalan. Kemudian Bambang menuturkan dari izin konsesi HTI milik Tanoto ada seluas 161 ribu hektare. Ia menjelaskan, dalam proses pengambilan lahan secara bertahap yang digunakan sebagai ibubkota negara, pihak korporasi masih tetap bisa memanen kayu di lahan konsesinya. "Jadi tidak ada masalah," tambahnya.

    Sementera itu PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) merupakan salah satu pemasok kayu untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Keduanya terafiliasi dengan Grup Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL) milik Sukanto Tanoto.

    Menurut rencana, ibu kota baru memiliki konsep kota hijau yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan konservasi dan efisiensi energi.

    Pemerintah telah menyiapkan lahan inti bagi ibu kota baru seluas 42 ribu hektare dengan potensi perluasan hingga mencapai 360 ribu hektare. Pembangunan ibu kota baru akan dimulai pada 2020 dan diperkirakan selesai pada 2024, dengan anggaran pemindahan pusat pemerintahan yang disiapkan mencapai Rp 466 triliun.


    HENDARTYO HANGGI | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.