Arifin Panigoro Usul ke Jokowi: Menteri ESDM Pro Industri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos MedcoEnergi Arifin Panigoro ditemui usai mengikuti sarasehan Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Apermigas) di Kantor SKK Migas, City Plaza, Jakarta Selatan, Kamis 10 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Bos MedcoEnergi Arifin Panigoro ditemui usai mengikuti sarasehan Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Apermigas) di Kantor SKK Migas, City Plaza, Jakarta Selatan, Kamis 10 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos MedcoEnergi Arifin Panigoro berharap calon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan ditunjuk Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi berpihak pada industri.

    "Kami mau menteri yang pro industri, kami ingin, Indonesia harus bisa tingkatkan teknik ehance oil recovery (EOR)," kata Arifin pada sejumlah media di Kantor SKK Migas, City Plaza, Jakarta Selatan, Kamis 10 Oktober 2019.

    Pada 20 Oktober, pasangan Presiden Jokowi-Wakil Presiden Ma'ruf Amin bakal dilantik. Pelantikan tersebut bakal mengakhiri masa jabatan menteri-menteri di kabinet.

    Selain itu, dia berharap menteri yang akan ditunjuk Jokowi bisa memberikan kesempatan yang luas bagi perusahaan nasional. Misalnya, terkait proses eksplorasi lapangan minyak dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan asing.

    Dalam kesempatan itu, dia juga menyatakan banyak yang perlu dikaji mengenai kebijakan pemerintah di sektor hulu migas. Salah satunya terkait mekanisme cost recovery dan juga gross split antara pemerintah dengan pengusaha.

    Menurut dia, meski ide perubahan dari cost recovery ke gross split adalah untuk memudahkan atau simplifikasi, tapi realisasi di lapangan nyatanya sangat unik. Selain itu, dia juga menilai kebijakan fiskal di sektor hulu migas untuk mendorong investasi mesti perlu perbaikan.

    "Masih kurang lah terus terang aja, kurang fleksibel kurang ramah jadi makanya orang (investor) pada keluar," kata Arifin Panigoro.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.