Gubernur NTB Tanggapi Keraguan Sri Tahir Soal Sirkuit Mandalika

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rancangan Desain Sirkuit Mandalika. (foto: ITDC)

    Rancangan Desain Sirkuit Mandalika. (foto: ITDC)

    TEMPO.CO, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah akhirnya angkat bicara terkait pernyataan salah satu orang terkaya Indonesia Dato' Sri Tahir yang meragukan gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 2021 mendatangkan banyak penonton.

    "Saya kira mungkin itu betul. Tapi orang terkaya belum tentu pintar kan," katanya usai mengikuti pelantikan pimpinan DPRD NTB di Mataram, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, menilai apa yang disampaikan Tahir terkait Sirkuit Mandalika adalah salah alamat. Sebab, pernyataan Dato' Sri Tahir yang membandingkan Sirkuit Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP dengan ajang balap mobil F1 sangat tidak relevan.

    "Beliau (Dato' Sri Tahir) mungkin menganggap di Mandalika itu menyelenggarakan F1. Padahal tidak, tapi MotoGP. F1 dan MotoGP itu jelas berbeda," kata dia.

    Zulkiflimansyah melanjutkan kalau pun F1 itu rugi sudah pasti karena biayanya besar. Namun tidak demikian dengan Sirkuit Mandalika yang nantinya menjadi lokasi diselenggarakannya MotoGP, dimana animo dan fanatisme penontonnya jauh lebih besar daripada lomba jet darat tersebut.

    "Jadi saya kira beliau (Dato' Sri Tahir) keliru dan bukan berarti orang terkaya terus kemudian benar, ya," katanya.

    Sebelumnya, salah satu orang terkaya Indonesia, Dato' Sri Tahir bicara soal rencana gelaran MotoGP di Mandalika, NTB pada 2021 yang tidak akan mendatangkan banyak penonton. Tahir mencontohkan gelaran F1 yang digelar sejumlah negara tak mendapatkan keuntungan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.