Sampai 10 Tahun ke Depan, Eksplorasi Migas Butuh USD 6 Miliar

Reporter

Editor

Rahma Tri

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri), Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) meninjau pengoperasian Kilang Minyak TPPI di Tuban, Jawa Timur, 11 November 2015. Produksi kilang minyak ini dapat mencapai 61 ribu barel per hari. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha minyak dan gas yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Apermigas) menghitung, kebutuhan dana investasi untuk eksplorasi cadangan migas bakal mencapai US$ 6 miliar. Angka ini merupakan jumlah kebutuhan dalam jangka waktu 10 tahun.

Kebutuhan dana ini diperlukan untuk mencapai target produksi nasional rata-rata 1,0 juta barel per hari (bph) pada 2030. Adapun saat ini rata-rata produksi migas nasional baru mencapai sekitar 750 ribu bph.

Kebutuhan dana investasi sektor migas ini mengemuka dalam sarasehan di kantor Satuan Kerja Khusus Migas, City Plaza. Ketua Aspermigas John S. Karamoy mengatakan salah satu yang dibahas adalah kebutuhan dana investasi di sektor eksplorasi untuk mencari cadangan migas baru khususnya dari pengusaha nasional. Hal ini penting sebab minat investor luar negeri ke depan diperkirakan bakal terbatas.

"Salah satu kekurangan pengusaha hulu migas adalah dana. Harapannya nanti ada cara mendapatkan dana agar perusahaan migas nasional tumbuh dengan subur," kata John saat memberikan sambutan dalam acara itu, Kamis 10 Oktober 2019.

Selain membahas kebutuhan dana investasi yang cukup tinggi, Aspermigas juga membahas mengenai potensi senja kala atau 'sunset' di industri migas. Pendapat ini muncul karena jumlah produksi di industri migas Indonesia sudah mulai menurun.

Menanggapi pandangan tersebut, Ketua Dewan Penasihat Aspermigas Arifin Panigoro mengatakan kurang sependapat. Sebab, kondisi penurunan produksi tidak hanya dialami di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia.

Arifin mengatakan, keberhasilan menemukan cadangan minyak baru di lapangan yang dulu dimanfaatkan oleh Union Texas Petroleum. Lapangan minyak yang masuk kategori stranded itu berhasil ditemukan dari 1 trilion cubic feet (TCF) menjadi ada tambahan 4 TCF.

"Itu Medco yang ngebor. Itu best operation dari kami, jadi menurut saya individual itu luar biasa. Selain itu ada di Libya, Oman dan di dalam negeri sendiri, meskipun sekarang produk declining," kata Arifin.

Ia menilai saat ini kinerja individu yang ada di dalam industri migas tidak perlu diragukan. Buktinya, sejumlah lapangan minyak baru ditemukan dari lapangan minyak yang sudah mature atau tua.






Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

1 hari lalu

Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal mencapai target realisasi investasi senilai US$ 31 miliar pada 2022.


Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

4 hari lalu

Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menambah produksi migas dari Sumur Lembak Infield, LBK-INF5 (LBK-19) dan LBK-INF4 (LBK-20).


SKK Migas: Penerimaan Negara dari Hulu Migas 2022 Rp 269 triliun

12 hari lalu

SKK Migas: Penerimaan Negara dari Hulu Migas 2022 Rp 269 triliun

Deputi Keuangan dan Komersialisai SKK Migas Kurnia Chairi menyebut penerimaan negara dari hulu migas pada 2022 mencapai Rp 269 triliun.


Tak Capai Target, SKK Migas Catat Lifting Minyak 612,3 Ribu BOPD pada 2022

13 hari lalu

Tak Capai Target, SKK Migas Catat Lifting Minyak 612,3 Ribu BOPD pada 2022

SKK Migas hanya mampu mencapai lifting minyak sebanyak 612,3 ribu barel oil per day (BOPD) dari target awal sebesar 703 ribu BOPD.


SKK Migas Catat Capaian Investasi Hulu Migas Tahun 2022 Sebesar USD 12,3 Miliar

13 hari lalu

SKK Migas Catat Capaian Investasi Hulu Migas Tahun 2022 Sebesar USD 12,3 Miliar

SKK Migas memasang target sebesar US$ 15,5 miliar untuk realisasi investasi hulu migas tahun 2023.


Kinerja Produksi dan Lifting Migas SIPL Lampaui Target

21 hari lalu

Kinerja Produksi dan Lifting Migas SIPL Lampaui Target

Kinerja produksi dan lifting Migas Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), anak perusahan Perusahaan Gas Negara (PGN) Saka, melampaui target.


Penyelewengan BBM 2022 1,4 Juta Liter. BPH Migas: Kerugian Negara Rp 17 Miliar Lebih

28 hari lalu

Penyelewengan BBM 2022 1,4 Juta Liter. BPH Migas: Kerugian Negara Rp 17 Miliar Lebih

Kerugian negara akibat penyalahgunaan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1,4 juta liter sepanjang tahun 2022 diperkirakan lebih dari Rp 17 miliar.


BPH Migas Beberkan Ragam Modus Penyalahgunaan BBM hingga 1,4 Juta Liter

28 hari lalu

BPH Migas Beberkan Ragam Modus Penyalahgunaan BBM hingga 1,4 Juta Liter

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan penyalahgunaan BBM hingga 1,4 juta liter pada 2022 dilakukan dengan berbagai modus


Penyalahgunaan BBM Selama 2022 1,4 Juta Liter, BPH Migas: Dominan Solar

28 hari lalu

Penyalahgunaan BBM Selama 2022 1,4 Juta Liter, BPH Migas: Dominan Solar

BPH Migas bersama Polri mengungkap penyalahgunaan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1,4 juta liter sepanjang tahun 2022.


Tarik Investasi, SKK Migas Siapkan Insentif Fiskal dan Non Fiskal Baru

29 hari lalu

Tarik Investasi, SKK Migas Siapkan Insentif Fiskal dan Non Fiskal Baru

SKK Migas sedang membahas revisi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2017.