Anggap PLN Tak Kreatif, Jonan: yang Sibuk Saya dan Pak Budi Karya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama staf PVMBG saat kunjungan kerja di pos Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 27 Agustus 2019. Semua kegiatan perdagangan dan wisata dibekukan sejak sebulan lalu setelah PVMBG mengeluarkan status waspada. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama staf PVMBG saat kunjungan kerja di pos Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 27 Agustus 2019. Semua kegiatan perdagangan dan wisata dibekukan sejak sebulan lalu setelah PVMBG mengeluarkan status waspada. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Seminggu menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM,  Ignasius Jonan menyindir kinerja direksi PT PLN (Persero) yang dinilainya kurang kreatif. 

    Menurut Jonan, kurang kreatifnya BUMN Kelistrikan itu terlihat dari promosi sejumlah program pemerintah yang seharusnya melibatkan PLN. Menurut dia, jika kampanye digencarkan, program kelistrikan tersebut bisa meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap listrik, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan PT PLN.

    Jonan mencontohkan program kompor induksi dan juga kendaraan listrik. Ia mengatakan, program ini justru kebanyakan dipromosikan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM. Padahal, jika dilihat, PLN adalah perusahaan yang berkepentingan.

    Apalagi, PLN merupakan satu-satunya perusahaan yang menjual listrik di Indonesia. "Masa yang jualan PLN, yang sibuk saya sama pak Budi Karya (Menteri Perhubungan)," kata Jonan dalam sambutannya peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019.

    Karena itu, Jonan minta PLN untuk lebih kreatif dalam mendorong usaha, lewat sejumlah progam lain. Apalagi, saat ini harga listrik sudah beringsut lebih murah, namun konsumsi perkapita listrik masih rendah.

    Adapun saat ini konsumsi perkapita listrik baru berada pada angka 1.300 kwh/per kapita. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, seharusnya PLN bisa meningkatkan penjualannya. Apalagi, PLN merupakan perusahaan negara yang melakukan monopoli penjualan.

    "PLN saya harap, harus lebih kreatif lah. Jadi bukan seperti perusahaan paling oke (karena monopoli), jadi merasa tidak ada saingannya," kata Jonan.

    Dalam kesempatan itu, Jonan juga sempat menyebut kinerja direksi PT PLN yang lemes. Padahal, gaji direksi PLN berkali lipat lebih tinggi dibandingkan dirinya yang berposisi sebagai menteri.

    "Direksi PLN itu penghasilnya 30 kalinya Menteri ESDM. Pak Iwan Supangkat (Direktur PLN) bilang tadi berapa, 40 kalinya? Masa kinerjanya lebih lemes dari saya," kata Jonan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.