JK Sebut Kesenjangan Kaya dan Miskin Paling Tampak di Jakarta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta menjadi kota yang paling nyata mengalami ketimpangan kekayaan paling lebar. Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menuturkan kesenjangan diukur dalam rasio gini. Namun, dalam pandangan mata terlihat Jakarta mengalami kesenjangan paling nyata.

    "Kesenjangan ini bisa kita ukur secara teoretis dalam gini ratio tapi juga tentu kita lihat sendiri dalam padangan mata, sebenarnya kesenjangan yang paling besar di Jakarta," kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Realitas kesenjangan di Jakarta itu terlihat dengan hadirnya perumahan paling mewah di Indonesia ada di kota ini. Saat yang sama kemiskinan paling absolut juga ada di wilayah ini.

    "Berarti terjadi kesenjangan yang besar (di Jakarta) yang harus diatasi," katanya.

    Untuk mengatasi kesenjangan yang lebar ini, Jusuf Kalla menyebutkan pemerintah harus merancang mekanisme peningkatan pendapatan bagi masyarakat dengan ekonomi lemah.

    Cara lain yang dilakukan yakni menyiapkan kebijakan perpajakan. Menurut JK, pajak yang ditarik secara efektif akan memudahkan pendistribusian kekayaan mengatasi kesenjangan.

    "Tentunya juga suatu kebijakan pajak dan sebagainya yang lebih baik untuk di atas maupun di bawah," kata JK.

    Meski disebutkan Jakarta dengan kesenjangan antara si kaya dan miskin tertinggi, ibu kota negara ini bukanlah wilayah dengan penduduk termiskin terbanyak.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin hingga Maret 2019 mencapai 9,41 persen atau setara 25,14 juta jiwa. Sebanyak 16 provinsi memiliki jumlah penduduk miskin di atas rata-rata nasional.

    Sedangkan lima provinsi yang memiliki angka kemiskinan terbesar yakni Papua (27,53 persen), Papua Barat (22,17 persen), Nusa Tenggara Timur (21,09 persen), Maluku (17,69 persen), dan Gorontalo (15,52 persen).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.