Darmin Nasution: Jadi Menko Kadang Harus Injak Kaki

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam peluncuran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam peluncuran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Darmin Nasution menceritakan pengalamannya saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di kabinet Jokowi periode I. Menurut dia, menteri koordinator harus pandai melihat situasi.

    Darmin menjelaskan, sebagai Menko, dirinya kadang harus bisa bersikap keras dan kadang-kadang harus bisa menahan diri. "Kadang-kadang harus bisa menginjak kaki, tapi tidak pernah menginjak kepala," kata Darmin di halaman kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Hal itu dia sampaikan saat meluncurkan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup atau BPDLH. Acara itu juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

    Darmin menjadi pembicara terakhir dalam peluncuran BPDLH. Dari dua pembicara sebelumnya yaitu Sri Mulyani dan Siti Nurbaya, menurut Darmin, sudah merupakan pembicara kunci sekaligus ahli di bidang itu. "Maka jangan ditambah (saya) lagi keynotes speech-nya. Wisdomnya ada di situ," ujarnya.

    Karena hal itu, Darmin menjadi pembicara paling singkat di antara dua menteri tersebut. Kendati begitu, Darmin tetap menjelaskan dan memberikan arahan mengenai pengelolaan dana lingkungan hidup itu.

    Menurut dia, BPDLH diarahkan untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dananya, serta memiliki standar tata kelola internasional. Dia menilai pembangunan senantiasa menampilkan dua sisi yang saling berlainan, pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup.

    "Namun keduanya perlu berjalan beriringan dalam koridor yang disepakati sebagai pembangunan berkelanjutan," ujar Darmin.

    Selama ini, kata Darmin, pemerintah telah mengelola berbagai sumber pendanaan yang mendukung pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, baik yang bersumber dari dana dalam negeri maupun luar negeri. Namun, dukungan pendanaan yang ada belum secara optimal mencapai target yang diharapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.