Sebut Gaji Dirut PLN 30 Kalinya, Jonan Sindir Kinerja yang Lemes

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat  mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Ignasius Jonan menyindir kinerja direksi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang disebutnya "lemes". Padahal, menurut Jonan, gaji direksi PLN berkali lipat lebih tinggi dibandingkan dirinya yang berposisi sebagai menteri.

    "Direksi PLN itu penghasilnya 30 kalinya Menteri ESDM. Pak Iwan Supangkat (Direktur PLN) bilang tadi berapa, 40 kalinya? Masa kinerjanya lebih lemes dari saya," kata Jonan dalam sambutannya di acara peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019.

    Menurut Jonan kinerja yang lemes tersebut bisa terlihat lewat promosi sejumlah program pemerintah. Padahal jika digencarkan, program tersebut bisa meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap listrik, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan PLN.

    Jonan mencontohkan beberapa program di antaranya adalah program kompor induksi dan kendaraan listrik. Ia mengatakan, program ini malah lebih digalakkan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM.

    Padahal, jika dilihat, PLN adalah perusahaan yang berkepentingan. Apalagi, PLN merupakan satu-satunya perusahaan yang menjual listrik di Indonesia. "Masa yang jualan PLN, yang sibuk saya sama pak Budi Karya (Menteri Perhubungan)," kata Jonan.

    Karena itu, Jonan minta PLN untuk lebih kreatif dalam mendorong usaha, lewat sejumlah progam lain. Apalagi, saat ini harga listrik sudah beringsut lebih murah, namun konsumsi perkapita listrik masih rendah.

    Adapun saat ini konsumsi perkapita listrik baru berada pada angka 1.300 kwh/per kapita. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, seharusnya PLN bisa meningkatkan penjualannya. Apalagi, PLN merupakan perusahaan negara yang melakukan monopoli penjualan.

    "PLN saya harap, harus lebih kreatif lah. Jadi bukan seperti perusahaan paling oke (karena monopoli), jadi merasa tidak ada saingannya," kata Jonan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.