IHSG Diprediksi Menguat, Simak Beberapa Saham Layak Beli

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu 9 Oktober 2019. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan IHS berpeluang menujuk titik resistensi terdekatnya.

    "Terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," kata Nafan dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Pada perdagangan Selasa, 8 Oktober 2019, indeks acuan tercatat mengalami penguatan. Bursa Efek Indonesia mencatat indeks ditutup menguat 0,65 persen ke level 6.039,60.

    Kendati menguat, asing masih mencatatkan net sell atau aksi jual bersih hingga Rp 185,80 miliar di seluruh pasar. Selain itu, penguatan tersebut terjadi setelah pada perdagangan awal pekan IHSG melemah hingga ke level 6.000,58.

    Menurut catatan Nafan, indikasi penguatan tersebut terlihat dari beberapa indikator. Misal, berdasarkan indikator MACD, tercatat indeks masih berada di area negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah bergerak ke atas di area oversold atau jenuh jual.

    Nafan memprediksi, level support IHSG pertama maupun kedua pada hari ini diperkirakan memiliki rentang antara 5.988,87 hingga 5.907,12. Sementara itu, level resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.077,33 hingga 6.138,25.

    Sementara itu, ada beberapa saham yang layak dicermati dalam perdagangan hari ini. Beberapa saham yang berpotensi layak dikoleksi tersebut adalah, ADHI, ASII, ASRI, BBNI, TLKM, TINS dan PGAS.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.