Aturan IMEI Buat Kendalikan Black Market Ponsel, Rudiantara: Siap

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara saat wawancara dengan TEMPO di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika Jakarta, 8 Oktober 2019. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara saat wawancara dengan TEMPO di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika Jakarta, 8 Oktober 2019. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan sudah siap untuk menandatangan terkait regulasi validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Namun menurutnya, tidak serta merta langsung disahkan, tapi harus bersamaan ditandatangan dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    "Saya sudah siap, saya sudah mendapatkan dari surat Menkopolhukam, tapi kan kita tanda tangannya harus bareng dengan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan," kata Rudiantara di Kantor Bukalapak, Selasa, 8 Oktober 2019. 

    Menurutnya, jika regulasi itu diberlakukan lebih cepat, maka akan semakin baik ke depannya untuk menyelamatkan potensi pajak yang bisa didapatkan sampai triliunan rupiah.

    Sebelumnya, Rudiantara menargetkan bahwa peraturan menteri ini rencananya diteken pada pertengahan Agustus 2019. "Target kita memanfaatkan momentum 17 Agustus, memanfaatkan hari kemerdekaan," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Rudiantara mengatakan pengendalian penjualan ponsel black market akan berdampak menyehatkan pertumbuhan industri ponsel. Selain itu, langkah pemerintah mengerem penjualan ponsel selundupan berpotensi mendorong pendapatan pajak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.