Bulan Ini, BCA Akan Turunkan Bunga KPR dan Kredit Kendaraan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO BCA Jahja Setiaatmadja di sela kegiatan Leadership Sharing Session 100 Bankir di Hotel J.W. Marriot Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 28 November 2017. TEMPO Yohanes Paskalis Pae Dale

    CEO BCA Jahja Setiaatmadja di sela kegiatan Leadership Sharing Session 100 Bankir di Hotel J.W. Marriot Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 28 November 2017. TEMPO Yohanes Paskalis Pae Dale

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA)Tbk Jahja Setiaatmadja memastikan perusahaan akan melonggarkan suku bunga kredit untuk pemilikan rumah (KPR) dan juga kredit kendaraan bermotor (KKB) selambat-lambatnya pada Oktober 2019. 

    Penurunan suku bunga kredit sektor konsumsi itu akan direalisasikan di gelaran BCA Expo pada 26-27 Oktober 2019. Selanjutnya, bank swasta terbesar di Tanah Air itu juga akan mengkalkulasi penurunan kembali suku bunga kredit setelah dipangkasnya suku bunga simpanan.

    "Kalau suku bunga kredit memang beda-beda, tidak bisa disetarakan semua. Ada yang turun, ada juga yang tidak, tergantung dari profil risiko, Nah Oktober 2019 ini Kredit kendaraan bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan turun," ujar dia, Selasa 8 Oktober 2019.

    Adapun untuk bunga simpanan, BCA sudah memangkas sebesar 0,25-0,5 persen di tahun ini. Hal itu juga menyusul penurunan kembali suku bunga acuan Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 0,75 persen sejak Juli 2019 hingga September 2019.

    Menurut data Bank Indonesia, suku bunga kredit perbankan memang menunjukkan penurunan meskipun dalam dosis yang terbatas. Sejak awal Januari 2019 hingga Juni 2019, suku bunga kredit rata rata perbankan sudah turun 0,18 persen (18 basis poin). Penurunan itu akan bertambah dengan pelonggaran suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang dilakukan Juli hingga September 2019 sebesar 0,75 persen menjadi 5,25 persen.

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mendesak perbankan tidak berlama-lama untuk memangkas suku bunga simpanan dan kredit karena Bank Sentral telah agresif dengan tiga kali menurunkan suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Bank Sentral juga memastikan kecukupan likuiditas dengan intensifikasi operasi moneter dan relaksasi kebijakan makroprudensial.

    "Kita harapkan bank-bank menurunkan suku bunga kreditnya,meskipun kita paham ini membutuhkan waktu. Tapi ya 'jangan lama-lama' supaya pasokan dan permintaan kredit naik, jadi investasi bisa meningkat, dan akhirnya ke pertumbuhan ekonomi," kata Perry Warjiyo dalam jumpa pers Rapat Dewan Gubernur periode September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.