Illegal Fishing, JK: Jangan Sampai Nelayan RI Seperti Somalia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 30 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 30 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengingatkan perlunya menjaga agar perairan Indonesia agar tetap lestari. Karena itu, ia mengatakan setiap bentuk kegiatan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) dan penangkapan ikan berlebihan (over fishing) harus dihentikan.

    "Bu Susi (Pudjiastuti) telah berusaha dengan itu, walaupun tentu juga dibutuhkan upaya lain untuk meningkatkan produksi ikan," ujar JK dalam diskusi SDGs Annual Conference 2019, di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Oktober 2019.

    JK mengatakan bila terus dikuras, ikan di perairan Indonesia akan habis. Yang terdampak adalah nelayan Indonesia langsung. Jika dibiarkan, JK mengatakan bisa jadi nelayan Indonesia akan marah dan memilih langkah seperti nelayan di Somalia.

    "Rakyat Somali marah, dan bukan kemudian mencari ikan, tapi dia mencari orang dan kapal. Luar biasa perbedaannya dari mencari ikan jadi mencari orang dan kapal. Maka pendapatannya berkali-kali lipat," kata JK.

    JK mengatakan pantai Somalia kaya akan ikan. Namun nelayan di sana kalah dari kapal-kapal ikan berbagai negara, yang lebih baik dan lebih canggih daripada kapal mereka. Hal itu menyebabkan kekurangan sumber ikan dan membuat mereka tak memiliki pekerjaan.

    "Mudah-mudahan nelayan di Maluku atau Banda atau Laut Jawa, Natuna, tidak marah seperti orang Somalia," kata JK.

    Komitemen untuk menjaga keharmonisan lingkungan dengan masyarakat ini juga yang menjadi salah satu fokus pembahasan di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu. JK mengatakan banyak di antara peserta yang menunjukan kegeramannya terhadap praktek illegal fishing atupun over fishing. Termasuk di antaranya aktivis lingkungan muda, Greta Thurnberg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.