Kementerian BUMN: Penyehatan Jiwasraya Perlu Dilakukan Bertahap

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi dan Direktur Utama Bank BTN Maryono usai menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA). Dalam kesepatan ini BTN sepakat untuk mengakuisisi anak usaha PT Permodalan Nasional Madani Investment Management anak usaha PT PNM di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019. Tempo/Dias Prasongko

    (Ki-ka) Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi dan Direktur Utama Bank BTN Maryono usai menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA). Dalam kesepatan ini BTN sepakat untuk mengakuisisi anak usaha PT Permodalan Nasional Madani Investment Management anak usaha PT PNM di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara keseluruhan perlu melalui beberapa tahapan dalam rangka memberikan kepercayaan kepada para pemegang polis.

    "Saya melihat tahapan-tahapan ini harus kita lalui agar kita bisa mencapai sesuai yang kita harapkan untuk menyehatkan Jiwasraya secara keseluruhan dan memberikan kepercayaan kepada para pemegang polis, untuk bisa kita kembalikan," kata Gatot kepada Antara di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Dia menjelaskan bahwa sinergi Jiwasraya dengan BUMN Karya merupakan bagian dari tahapan-tahapan untuk menyehatkan BUMN asuransi tersebut. "Ini sudah berjalan, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan termasuk sinergi dengan BUMN karya sudah berjalan," katanya.

    Tahapan-tahapan upaya penyehatan Jiwasraya tersebut sedang berjalan, seperti pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra dan terdapat beberapa tahapan berikutnya.

    Terkait nasabah Jiwasraya, Deputi Kementerian BUMN tersebut mengimbau para nasabah bersabar karena pihaknya sedang berupaya untuk memberikan solusi.

    "Pokoknya sabar saja, kami sedang berupaya untuk bisa memberikan pengembalian tersebut, sambil mohon dukungan para pemegang polis untuk bisa di-rejoint lagi supaya kita ada waktu juga untuk usaha-usaha lain agar bisa memenuhi harapan mereka untuk bisa kita kembalikan," ujar dia.

    Sebelumnya Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengungkapkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian pembayaran polis yang telah jatuh tempo itu. Penyelesaiannya akan dilakukan bertahap mulai kuartal II 2019 dan ditargetkan selesai paling lambat pada kuartal II 2020.

    Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menyelesaikan kewajiban kepada nasabah. Beberapa strategi itu antara lain, Jiwasraya membentuk anak usaha, Jiwasraya Putra yang akan melibatkan empat BUMN yakni, BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero).

    Jiwasraya juga berencana menerbitkan surat utang untuk membayar kewajiban klaim. Kemudian, Jiwasraya akan mengekspansi digitalisasi dalam bisnis perseroan. Selanjutnya Jiwasraya akan mengoptimalisasi aset properti perusahaan yang menganggur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.