RI-Belanda Sepakat Perpanjang Proyek Tanggul Raksasa Jakarta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat digunakan dalam proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Alat berat digunakan dalam proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Tempo.Co, Bogor - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah setuju memperpanjang kerja sama terkait Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). "Karena MoU-nya habis Juli 2020, beliau setuju untuk meneruskan kerja sama di NCICD ini," kata Basuki di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 7 Oktober 2019.

    Basuki mengatakan bahwa kerja sama terkait NCICD telah berlangsung selama tiga tahun bersama Belanda dan Korea Selatan. Proyek ini mencakup pembangunan tanggul laut di pesisir utara Jakarta dalam tiga tahap. Pemerintah tengah berkutat menyelesaikan tanggul pantai tahap pertama atau fase A pada 2019.

    Studi kelayakan atau feasibility studi proyek Tanggul Laut Raksasa ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Korea Selatan. Sedangkan untuk persoalan pembiayaan atau financing, kata Basuki, bekerja sama dengan Belanda.

    NCICD merupakan bagian dari proyek strategis nasional. Panjang total NCICD adalah 122 kilometer, terdiri dari 60 kilometer di pesisir Jakarta sebagai penahan, serta tambahan 62 kilometer aliran sungai-sungai untuk sanitasi, antisipasi pencemaran, dan penurunan tanah. Kementerian PUPR hanya bertanggung jawab pada pembangunan tanggul sepanjang 20 kilometer. "Itu dulu yang kita selesaikan," ujar Basuki.

    Sebelumnya, Basuki menilai pembangunan tanggul pantai dan proyek NCICD dapat menyelematkan Jakarta dari potensi penurunan permukaan tanah. Kata dia, setiap tahun Jakarta mengalami penurunan tanah 11-12 centimeter. Dalam beberapa tahun ke depan diprediksi bakal terjadi back water dimana aliran sungai tidak bisa mengalir ke laut karena tingginya muka air laut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.