Pembangunan Bandara Singkawang Butuh Modal Rp 4,3 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana melepas pembangunan dan pengelolaan Bandara Singkawang kepada swasta dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU. Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Sukarno mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk membangun Bandara Singkawang mencapai Rp 4,3 triliun.

    "Modal Rp 4,3 triliun itu terdiri atas project opex Rp 2,6 triliun dan project capex Rp 1,7 triliun," ujar Pramintohadi dalam Market Sounding Bandara Singkawang di kantor Badan Koordinasasi Penanaman Modal atau BKPM, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Project capex merupakan dana capital expenditure, yakni ongkos belanja modal yang digunakan untuk pengadaan aset selama masa konsesi diberikan. Sedangkan opex atau operating expenditure merupakan total perkiraan belanja modal yang digunakan untuk mengelola manajemen.

    Perhitungan modal itu sewaktu-waktu dapat berubah lantaran masih merupakan hasil studi sementara yang dituangkan dalam Outline Business Case alias OBC. Menurut Pramintohadi, Kemenhub masih akan menganalisis lebih jauh tentang prospek bisnis Bandara Singkawang.

    Adapun konsorsium yang menang lelang nantinya bakal memperoleh izin pembangunan dan pengelolaan selama 32 tahun. Waktu 2 tahun akan digunakan untuk konstruksi dan 30 tahun setelahnya digunakan untuk operasional.

    Menurut data OBC yang disampaikan dalam Market Sounding Bandara Singkawang, perkiraan pendapatan dari sisi aeroneutical yang diperoleh dari pengelolaan bandara ini mencapai Rp 15,9 triliun dalam jangka waktu 32 tahun. Sedangkan pendapatan dari sisi non-aeronautical diprediksi mencapai Rp 2,1 triliun.

    Ke depan, proses lelang KPBU akan meliputi tahap persiapan, transaksi, dan eksekusi. Pada tahap persiapan, pemerintah bakal mengumumkan OBC Bandara Singkawang.

    "Final Business Case atau FBC dilakukan Juni hingga Mei 2020. Sedangkan Juni sampai September direncanakan ada prakualifikasi," tuturnya.

    Sedangkan proposal, pengumuman pemenang lelang, penekenan kontrak KPBU, dan financial closing design Bandara Singkawang akan dilakukan pada 2020 hingga 2021. Kemudian, konstruksi bandara dimulai pada 2021 hingga 2022 yang terbagi atas dua fase.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan sekitar 20 konsorsium telah tertarik melirik proyek pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat. Beberapa di antaranya merupakan investor asing.

    "Banyak sekali yang tertatik. Mungkin lebih dari 10, bahkan 20. Ada dari Prancis, Kanada, Korea, Jepang, dan Cina," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.