BPS NTT: Fenomena Baru Turis Asing Bawa Makanan Sendiri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Turis Milenial

    Ilustrasi Turis Milenial

    TEMPO.CO, Kupang - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  Maritje Pattiwaellapea mengemukakan adanya fenomena baru pola belanja wisatawan mancanenegara (wisman) atau turis asing yang menjadi tantangan bagi usaha-usaha pariwisata.

    "Ada fenomena baru belanja wisman yang menarik sekaligus menjadi tantangan usaha kuliner kita, sekarang banyak wisman datang membawa makanan sendiri dan tidak belanja di lokasi wisata," katanya di Kupang, NTT, Senin, 7 Oktober 2019.

    Dia mengatakan BPS telah melakukan survei terkait struktur pengeluaran atau belanja wisatawan asing ketika berwisata ke provinsi setempat. Maritje menjelaskan pengeluaran yang paling besar yaitu untuk belanja makanan dibandingkan jenis lainnya seperti transportasi, akomodasi, dan lainnya.

    "Namun ada fenomena baru banyak wisatawan dari beberapa negara yang membawa makanan dari tempat asalnya," katanya.

    "Saya tidak tahu apakah makanan lokal kita tidak cocok dengan mereka (wisman), tetapi ada fenomena seperti ini, mereka datang membawa koper yang besar berisi makanan," katanya.

    Menurut Maritje, kondisi ini perlu disiasati pemerintah di berbagai daerah wisata agar tidak membuat usaha kuliner lokal menjadi lesuh.

    Jika semakin banyak turis asing yang membawa makanan sendiri, lanjutnya, maka belanja mereka akan berkurang sehingga tidak berdampak besar untuk pertumbuhan devisa.

    Maritje juga berharap berbagai usaha kuliner lokal dengan ciri khas produk tertentu terus diperkuat pemerintah daerah setempat.

    "Kita di NTT ada produk khas seperti gula air, madu, jagung, daging sei, yang perlu ditingkatkan lagi, terutama kemasan dan lainnya, agar bisa menarik minat wisatawan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.