Rini Soemarno Cerita Direktur BUMN Tunggu 5 Jam Ajukan Kredit

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama Gubernur Ridwan Kamil (ketiga kiri), Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian (kedua kiri), Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra (kanan) dan Dirut Wika Tumiyana (kedua kanan) menyaksikan Tunnel Walini dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019. Tunnel Walini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama Gubernur Ridwan Kamil (ketiga kiri), Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian (kedua kiri), Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra (kanan) dan Dirut Wika Tumiyana (kedua kanan) menyaksikan Tunnel Walini dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019. Tunnel Walini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengklaim sudah banyak perbaikan yang terjadi saat ini ketika sinergi sinergi antar perusahaan pelat merah makin kuat. 

    Jika dulu, kata Rini, ada cerita salah satu direktur BUMN kecil mau mengajukan kredit usaha ke PT BRI (Persero) Tb.k harus menunggu 5 jam di ruang tunggu. "Dan itu pun yang menemui hanya level GM saja," ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Rini mengaku tak habis pikir mengapa hal itu bisa terjadi. "Saya pikir, satu keluarga saja enggak mau nemuin. Padahal mereka punya orang tua yang sama yaitu Republik Indonesia," ucapnya.

    Namun kisah lama itu tak lagi terjadi saat ini. Sebab, berbagai upaya dilakukan untuk mensinergikan badan usaha milik negara yang ada di Indonesia. 

    "Kita punya PT Pelni, saya menyewa satu kapal, semua direksi 143 BUMN saya masukkan di situ semua. Jadi saya rapat di situ dan saya satukan pemikiran mereka semua,” ujar Rini.

    Ia mengatakan BUMN adalah agen pembangunan yang harus jadi motor penggerak perekonomian Tanah Air. Untuk itu, BUMN-BUMN yang besar maupun kecil harus bersinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian dalam negeri.

    Sebelum dirinya menjadi Menteri BUMN, kata Rini, perusahaan pelat merah besar dan kecil memiliki kesenjangan pengelolaan cukup besar. Padahal, seluruh BUMN merupakan keluarga dan harus bersinergi dalam mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.