Lelang 7 Surat Utang Negara, Pemerintah Bidik Raup Dana 15 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan melelang tujuh seri surat utang negara atau SUN pada lelang kedua dari 11 kali lelang di kuartal keempat tahun 2019. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan target indikatif Rp 15 triliun dan target maksimal Rp 30 triliun dari penawaran tujuh seri SUN.

    SUN kupon diskonto diwakili SPN12200106 dan SPN12201009. SUN seri SPN12200106 jatuh tempo pada 6 Januari 2020 dan seri SPN12201009 yang merupakan seri baru, jatuh tempo pada 9 Oktober 2020.

    Seri lain yang ditawarkan merupakan seri lama yakni FR0081 dengan kupon 6,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025, FR0082 dengan kupon 7 persen jatuh tempo pada 15 September 2030 serta FR0080 dengan kupon 7,5 persen jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

    Terakhir, seri FR0079 yang menawarkan kupon 8,375 persen jatuh tempo pada 15 April 2039 serta FR0076 dengan kupon 7,375 persen jatuh tempo pada 15 Mei 2048. Pemerintah telah menargetkan penerbitan bersih surat utang pada 2019 sebesar Rp 389 triliun. 

    Pada lelang sebelumnya penawaran masuk sebesar Rp 34,06 triliun atau turun dibandingkan dengan lelang SUN terakhir pada 10 September 2019. Saat itu penawaran masuk sebesar Rp 44,73 triliun dan masih di bawah rata-rata penawaran masuk sejak awal tahun ini sebesar Rp 49,12 triliun.

    Kementerian Keuangan sebelumnya telah menerbitkan SUN ritel yang khusus ditujukan kepada investor warga negara Indonesia (WNI) secara online dengan tingkat bunga mengambang. Surat utang yang diterbitkan pada awal September lalu berupa Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008.

    Surat utang SBR008 ini diterbitkan dengan tingkat kupon minimal mengambang atau floating with flow sebesar 7,2 persen. Sementara tenor dua tahun dengan pemesanan minimal Rp 1 juta. Adapun proses distribusi pembelian dapat dilakukan secara online di aplikasi yang disediakan mitra distribusi melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.