Harga Beras Mulai Naik, Bulog Klaim Stok Aman Hingga Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Badan Urusan Logistik mengklaim bahwa stok beras nasional masih akan aman hingga awal tahun depan atau musim panen selanjutnya.

    Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan bahwa stok beras nasional yang ada di gudang Bulog di seluruh Indonesia saat ini mencapai 2,30 juta ton.

    "Ini merupakan stok paling tinggi dan akan cukup sampai musim panen berikutnya dan masa panen sendiri sekitar Maret dan April," ujarnya usai Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Akan tetapi, kata Tri, potensi lonjakan harga masih bisa terjadi lantaran ada peningkatan kebutuhan beras akibat perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Selain itu, masih banyak pula daerah belum memasuki masa panen pada Januari hingga Februari 2020. Oleh karena itu Bulog masih akan melanjutkan operasi pasar.

    Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang saat ini baru menggelontorkan 340.000 ton dari target awal sebanyak 1 juta ton. "Kami masih akan menggelontorkan 600.000 ton. Stok nanti sisa ada di atas 1,50 juta ton (setelah digelontorkan). Itu masih aman," ujarnnya.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendesak supaya Bulog untuk melakukan operasi KPSH untuk menekan kenaikan harga beras di seluruh Indonesia.

    Dia mengatakan bahwa operasi KPSH tersebut akan melibatkan seluruh pedagang di pasar rakyat.

    Pedagang tersebut nantinya akan menjual beras Bulog sesuai harga eceran tertinggi (HET) per wilayah yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57/2017 tentang Penetapan HET Beras.

    Enggartiasto menilai operasi KPSH harus segera dilalukan lantaran harga beras mulai merangkak naik.

    Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan harga beras sebesar 0,13 persen pada September 2019.

    Selain itu, menurut Enggar, kemungkinan mundurnya musim penghujan pada November 2019 patut diwaspadai lantaran berpotensi menimbulkan gejolak harga beras.

    "Artinya musim tanam mundur. Akan tetapi, jangan sampai ada keterlambatan pasokan dan beras kualitas medium harus tersedia di pasar," katanya.

    Enggartiasto menambahkan bahwa ketersediaan beras kualitas medium dengan HET yang ditetapkan pemerintah merupakan upaya untuk menjaga daya beli masyarakat terhadap beras sebagai kebutuhan pokok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.