Danau Toba Bakal Punya Wisata Kemah Mewah Rp 28 Juta per Malam

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan beberapa menteri saat mengunjungi kawasan Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Senin, 29 Juli 2019. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi tempat wisata keluarga dan milenials untuk menikmati pemandangan Danau Toba. ANTARA

    Presiden Jokowi berbincang dengan beberapa menteri saat mengunjungi kawasan Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Senin, 29 Juli 2019. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi tempat wisata keluarga dan milenials untuk menikmati pemandangan Danau Toba. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Destinasi wisata Danau Toba di Sumatera Utara akan segera memiliki wisata berkemah mewah atau glamorous camping (glamping) yang investasinya mencapai Rp 500 miliar.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai rapat koordinasi di Kemenko Maritim Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019, mengatakan peletakan tiang pancang (groundbreaking) proyek kemah mewah itu rencananya akan digelar 14 Oktober mendatang. “Yang ‘groundbreaking’ itu glamorous camping. Bayangkan seperti Amanwana di Pulau Moyo yang (dulu dikunjungi) Lady Diana. Kita akan bangun juga di situ (Toba),” katanya.

    Kemah mewah itu, menurut Arief, akan dipatok dengan harga premium, yakni sekitar US$ 1.000 (Rp 14 juta) hingga US$ 2.000 (Rp 28 juta) per malam.

    Ia menambahkan, investor yang membangun kemah mewah itu merupakan investor swasta lokal. Selain investor tersebut, terdapat sejumlah investor lainnya yang akan membangun hotel bintang lima di kawasan tersebut. Para investor itu merupakan perusahaan yang telah bekerja sama dengan jaringan hotel internasional.

    Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi investor untuk ikut mengembangkan Danau Toba.

    Pemerintah juga telah menggaet OYO, operator kamar hotel, untuk ikut mengembangkan wisata di kawasan Danau Toba.

    “Jadi nanti yang mau ground breaking itu juga tiga hotel bintang 5 dan itu konstruksinya segera. Jadi nanti pararel dengan pembangunan infrastrukturnya. OYO, Grab, itu siap untuk masuk. Siapa-siapa yang mau terlibat silakan saja,” katanya.

    Luhut menambahkan, pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba akan dilakukan secara paralel. Pembangunan meliputi jalan, kelistrikan, fiber optik, instalasi pengolahan limbah hingga penyediaan air bersih. “Kita harap dalam dua tahun ke depan sudah bisa. Jadi 2021 akhir atau 2022 awal, “ katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.