Kemendag Dorong Pusat dan Daerah Antisipasi Pasokan Bahan Pokok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketersediaan bahan pokok di sebuah pasar modern. (Shutterstock)

    Ketersediaan bahan pokok di sebuah pasar modern. (Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perdagangan atau Kemendag mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok khususnya menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa dalam beberapa waktu ke depan, terdapat potensi kenaikan permintaan bahan pokok khususnya pada perayaan hari besar pada Desember 2019 tersebut.

    "Sementara kondisi cuaca belum kondusif untuk produksi pangan nasional. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan antisipasi kecukupan pasokan bahan pokok," kata Enggartiasto di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Enggartiasto menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta seluruh pelaku usaha pangan yang telah dilakukan selama beberapa waktu terakhir. Hal itu perlu dipertahankan guna menjamin ketersediaan bahan pokok kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

    "Masyarakat bisa memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau, tersedia dalam jumlah yang cukup. Sementara pelaku usaha memperoleh keuntungan yang wajar," ujar Enggartiasto.

    Kementerian Perdagangan diberikan mandat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang dicerminkan dengan tingkat inflasi yang terkendali, atau sesuai target yakni 3,5 persen.

    Saat ini pemerintah menghadapi tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Salah satunya yaitu inflasi kelompok bahan makanan tahun 2019 yang cenderung naik dan musim kemarau panjang yang hampir merata di seluruh Indonesia.

    "Beberapa faktor utama penyebab naiknya inflasi tersebut adalah kenaikan harga bawang putih akibat gangguan pasokan impor dan cabai merah akibat faktor kemarau yang cukup panjang," kata Enggartiasto.

    Menurutnya, periode hari besar keagamaan merupakan periode rawan gejolak harga, khususnya barang kebutuhan pokok akibat faktor peningkatan permintaan dari masyarakat.

    Sementara di sisi lain, kondisi cuaca juga masih belum memasuki musim penghujan yang berpotensi adanya penundaan masa tanam."Pemerintah diharapkan daerah dapat membantu kelancaran pelaksanaan rapat koordinasi daerah dan penetrasi pasar menjelang hari besar keagamaan," tutup Enggartiasto Lukita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.