Mengecek Pusat Logistik Berikat, Sri Mulyani: Diminta Pak Jokowi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Meresmikan museum dan perpustakaan baru milik Bea Cukai. Loka Wistara.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Meresmikan museum dan perpustakaan baru milik Bea Cukai. Loka Wistara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini, Jumat 4 Oktober 2019, mengunjungi salah satu Pusat Logistik Berikat (PLB) di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Kunjungan dimaksudkan untuk mengecek dan melihat secara langsung kondisi PLB.

    Sri Mulyani menjelaskan, kunjungan ini berkaitan kabar yang menyebut bahwa PLB menjadi celah kebocoran impor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang membuat Indonesia banjir tekstil impor. Kunjungan itu, kata dia, juga merupakan permintaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Saya kemarin dipanggil dan diminta oleh Pak Presiden Jokowi untuk meninjau PLB. Saya diminta untuk melihat secara langsung apakah klaim banjir impor TPT melalui PLB itu benar atau tidak," kata Sri Mulyani di kawasan PLB milik PT Uniair dan PT Dunia Express, Jumat.

    Bendahara negara ini mengatakan dirinya mengecek PLB karena ingin meminta penjelasan dan membuktikan isu tentang penyelundupan tekstil lewat PLB. Dia juga menjelaskan kedatangannya ke PLB tersebut untuk mengecek langsung titik- titik rawan di PLB.

    Adapun berdasarkan pantauan Tempo di lokasi, Sri Mulyani melakukan kunjungan ditemani oleh Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan dan Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi. Dalam kunjungan tersebut Sri Mulyani berbincang langsung dengan pengelola PLB Dunia Express ditemani Sekretaris Jenderal Asosiasi PLB Widiyanto.

    Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani sempat bertanya mengenai proses perizinan barang masuk hingga keluar dari PLB. Dia juga berbincang mengenai adanya kebijakan PLB selama ini setelah berjalan sejak 2016.

    Menurut Sri Mulyani, pengawasan di PLB telah dilakukan sejak proses perizinan, penimbunan dan pengeluaran dari PLB. Selain itu, untuk mencegah terjadinya penyelundupan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan terus bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak.

    "Kami akan melakukan pengawasan pada importasi TPT melalui sinergi antara Bea Cukai dan Pajak serta pengawsan fisik melalui patroli terutama untuk mencegah penyelundupan Balepress," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.