Perdana, Bandara YIA Mulai Diterbangi Pesawat Berbadan Lebar A330

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I membuka layanan penerbangan reguler baru di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pesawat berbadan lebar A330 Seri 200. Penerbangan perdana untuk pesawat besar itu dilakukan hari ini, Jumat 4 Oktober 2019, oleh maskapai Garuda Indonesia dengan Ruute YIA-CGK dan CGK-YIA. 

    "Penerbangan setiap Jumat dan Minggu dengan pesawat berbadan besar A330 Seri 200," kata Pelaksana Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Jumat 4 Oktober 2019. 

    Selain membuka penerbangan untuk pesawat besar, sejak pekan lalu telah ada  penambahan penerbangan baru dari rute yang sudah ada. Tambahan penerbangan adalah untuk maskapai AirAsia dengan tujuan ke Lombok, serta Batik Air dan Citilink untuk penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    "Minggu kemarin Citilink membuka penerbangan baru ke Palembang,  Kualanamu dan  Pontianak. Sementara Lion Air ada 12 penerbangan. Total penerbangan yang ada di Kulon Progo ada 30 penerbangan," kata Agus Pandu.

    Untuk fasilitas transportasi kereta bandara, hingga saat ini belum bisa berhenti di Stasiun Wojo. Adapun untuk moda transportasi darat lainnya, pengelola bandara sudah berkoordinasi dengan perusahaan taksi untuk menambah jumlah armada, dari 20 menjadi 40.

    Adapun untuk angkutan khusus, TOKP dan Putra Pala yang akan melayani pengguna jasa penerbangan yang lewat bandara YIA. "Armada pendukung siap memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa penerbangan," kata Agus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.