BI: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Bisa Mencapai 5,1 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019.Terdapat 6 gerai Giant yang dikabarkan akan berhenti operasi hingga 28 Juli, yakni: Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur dan Giant Extra Wisma Asri. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019.Terdapat 6 gerai Giant yang dikabarkan akan berhenti operasi hingga 28 Juli, yakni: Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur dan Giant Extra Wisma Asri. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2019 bisa mencapai 5,1 persen. "Khususnya ditopang oleh konsumsi dan juga membaiknya investasi, baik bangunan maupun investasi swasta," kata Perry di Masjid Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Hal itu, karena dia melihat ekspektasi penghasilan ke depan dari konsumen tetap optimistis. Optimisme yang terjaga itu, kata Perry, menunjukkan kontribusi dari konsumsi rumah tangga yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi.

    "Konsumsi rumah tangga yang tetap terus terjaga dan memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya.

    Survei Konsumen BI pada September 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga, meskipun sedikit mengalami pelemahan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2019 yang tetap berada dalam zona optimis(di atas 100), yaitu sebesar 121,8. Meskipun, kata dia, angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 123,1.

    "Optimisme konsumen yang terjaga ditopang oleh persepsi yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang," kata Onny dalam keterangan tertulis.

    Menurutnya, persepsi konsumen yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini, terutama didukung oleh meningkatnya keyakinan terhadap kondisi penghasilan saat ini.

    Sementara itu, kata dia, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang meningkat. Hal itu, kata dia, terutama didorong oleh membaiknya ekspektasi terhadap penghasilan dan ketersediaan tenaga kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).