Terus Evaluasi Tol Laut, Budi Karya: Saya Tak Pernah Puas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto (kedua kanan) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 3 Juni 2019. ANTARA

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto (kedua kanan) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 3 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal terus melakukan evaluasi terhadap Tol Laut yang telah dicanangkan pemerintah. Ia mengatakan evaluasi tersebut sesuai dengan tugas dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membuat semua pekerjaan lebih baik dan lebih bagus.

    "Jadi saya tidak pernah puas dengan apa yang telah kami capai. Harus ada evaluasi, misalnya kecepatan, besaran, harga," ujar Budi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Budi Karya mengatakan, sebenarnya pencapaian program Tol Laut banyak, bahkan masyarakat sudah sangat tergantung pada sistem tersebut. Ia mencontohkan, dengan Tol Laut, pengangkutan sapi dari Nusa Tenggara Timur, dalam bisa mencapai 700 ribu ekor sapi.

    "Itu kan banyak, berhasil dong. Tapi kan enggak efektif karena baliknya kosong. Kami ingin nanti baliknya kita mengangkut daging. Jadi dipotong di sana diangkut, jadi sana sini ada isinya," tutur Budi Karya.

    Selain itu, ia juga melihat bagaimana ikan dari Dobo, Maluku, bisa dibawa ke Surabaya dan langsung diekspor. "Saya pikir itu perlu supaya ikannya masih segar," ujar dia.

    Ke depannya, Budi Karya mengatakan akan membenahi semua itu sehingga Tol Laut tak lagi sekadar mengangkut, tapi memberikan pemanfaatan yang luas bagi masyarakat.

    Sebelumnya, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Muhammad Halley Yudhistira mengatakan Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi belum berdampak maksimal untuk memangkas kesenjangan harga di masyarakat.  "Manfaat ekonomis dari keberadaan program tol laut sebagian besar dinikmati oleh pengusaha," ujar Yudhistira di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Berdasarkan penelitian dari LPEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, ia mengatakan efektivitas program Tol Laut baru sebatas memangkas biaya pengiriman barang antar pulau, yaitu 30-50 persen lebih murah dibanding harga komersial. 

    Namun demikian, program Tol Laut tidak diikuti dengan efisiensi ongkos distribusi barang dari area pelabuhan ke daerah pegunungan. "Bisa jadi harga hanya turun di pelabuhan tapi tidak di luar itu," tutur Yudhistira.

    Saat ini, Yudhistira mengakui, Tol Laut memang masih dalam tahap menghubungkan pelabuhan ke pelabuhan. Namun, sistem ini dinilai  belum bisa menjangkau lebih banyak wilayah bila tidak didukung oleh infrastruktur darat seperti jalan dan jalur kereta.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.