Budi Karya Targetkan LRT Jabodebek Beroperasi Penuh November 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun LRT Pegangsaan Dua yang menjadi stasiun terbesar dengan luas lahan 12 hektare di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sumber Humas LRT

    Stasiun LRT Pegangsaan Dua yang menjadi stasiun terbesar dengan luas lahan 12 hektare di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sumber Humas LRT

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan kereta Lintas Rel Terpadu Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi alias LRT Jabodebek beroperasi akhir 2021.

    "Kami berharap maksimal November 2021 itu bisa dioperasikan," ujar dia di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Untuk mencapai target tersebut, ia berujar salah satu kendala yang perlu segera dirampungkan adalah pembebasan lahan untuk depo di Bekasi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan konsinyasi.

    Apabila konstruksi telah kelar, Budi mengatakan kereta ringan itu akan terhubung  juga dengan kereta cepat, yaitu di Cawang. Moda itu juga akan terhubung ke MRT.

    "Karena kan nanti orang kalau ke Jakarta tujuannya kan mau ke pusat kota, Itu namanya konsep antarmoda," kata dia. "Jadi yg namanya satu pergerakan transportasi harus bicara mengenai antarmoda."

    Adapun pekan depan,  ujar Budi, LRT rute Cawang - Cibubur bakal mulai diuji coba. "Kami mau bicara cara ngangkatnya seperti apa, saya enggak mau ada risiko," ujar dia.

    Budi mengatakan total rangkaian LRT nantinya akan mencapai 180 train set dan akan dikirim bertahap. Adapun satu train set terdiri atas 6 gerbong kereta. Untuk tahap uji coba, ia mengatakan train set yang akan digunakan hanya sekitar 5-10 set.

    Adapun uji coba direncanakan selama 3-6 bulan, tergantung evaluasi di lapangan nanti. Setelah uji coba kelar, pemerintah mempertimbangkan untuk mengoperasikan LRT tersebut. "Tapi ini ada konsekuensi mengenai finansial juga jadi kita enggak bisa memutuskan dioperasikan tapi finansialnya bermasalah," kata dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.